Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tiga Sekolah Baru Negeri di Dairi Segera Terima Murid, Warga Soroti Kondisi Bangunan

Mistar.idKamis, 21 Mei 2026 pukul 12.05 WIB
tiga_sekolah_baru_negeri_di_dairi_segera_terima_murid_warga_soroti_kondisi_bangunan

Unit Sekolah Baru (USB) SD Sitinjo I di Dusun Lae Meciho. (Foto: Manru/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Sebanyak tiga (USB) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang telah selesai dibangun pada 2024 dan 2025, resmi menjadi sekolah negeri. Saat ini, proses penempatan tenaga pendidik dan penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027 tengah berlangsung.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Maryadi Simanjorang, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (21/5/2026).

Adapun tiga USB tersebut yakni SD Sitinjo I yang selesai dibangun pada 2024, kemudian TK Pembina Negeri Sopobutar dan SMP di Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, yang rampung pada 2025.

“Tiga USB itu direncanakan menerima murid baru tahun ajaran 2026/2027. Kepala sekolah sementara masih pelaksana tugas (Plt), dan tenaga pendidik sedang disusun,” ujar Maryadi.

Ia menjelaskan, penerimaan murid baru mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang diatur dalam SK Bupati Dairi Nomor 129/400.3.5/V/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Dairi Nomor 123/400.3/IV/2026 mengenai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru pada Satuan Pendidikan Negeri Kabupaten Dairi Tahun Pelajaran 2026/2027.

Untuk pengoperasian USB, jumlah maksimal penerimaan murid baru juga telah ditentukan. TK dibuka satu rombongan belajar (rombel) dengan maksimal 15 murid, SD satu rombel dengan maksimal 28 murid, sedangkan SMP dibuka dua rombel dengan kapasitas maksimal 32 murid per rombel.

Di sisi lain, warga sekitar lokasi pembangunan USB SD Sitinjo I di Dusun Lae Meciho menilai bangunan tersebut belum layak dioperasikan. Warga menyebut sejumlah bagian gedung sudah mengalami retak-retak, belum tersedia jaringan listrik, serta akses jalan menuju sekolah masih membutuhkan perbaikan.

Selain itu, warga menilai lokasi sekolah juga perlu menjadi perhatian karena dibangun di atas aliran sungai besar, dikelilingi jurang dalam, dan berada di kawasan rawan longsor.

Selama ini, anak-anak sekolah dari Dusun Lae Meciho disebut lebih banyak bersekolah ke Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, karena jaraknya dinilai lebih dekat dibanding menuju USB SD Sitinjo I. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN