Sekolah di Deli Serdang Keluhkan Pelatihan Berbayar Akhir Tahun yang Tidak Dianggarkan

Kantor Dinas Pendidikan Deli Serdang. (foto: sembiring/mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Sejumlah guru dan operator sekolah di Kabupaten Deli Serdang mengeluhkan adanya kegiatan pelatihan berbayar yang digelar pada penghujung tahun anggaran. Pelatihan tersebut dikatakan tidak tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Perubahan yang sudah ditetapkan.
Informasi dihimpun, pelatihan ini diselenggarakan oleh sebuah organisasi bernama Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS), yang menurut beberapa guru, belum dikenal sebelumnya di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan biaya peserta sebesar Rp750 ribu.
“Saya sudah mengajar 17 tahun, tapi baru kali ini mendengar adanya ATAS. Tiba-tiba mengadakan pelatihan berbayar dan diarahkan untuk diikuti,” ujar seorang guru, Senin (24/11/2025).
Para guru dan operator menyatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari libur dan menimbulkan biaya tambahan, seperti transportasi dan uang saku, yang tidak dianggarkan dalam BOSP. “Kegiatan datang mendadak di penghujung tahun, jadi kami bingung,” kata seorang operator sekolah.
Beberapa sekolah juga merasa seolah “diarahkan” untuk mengikuti pelatihan oleh pejabat pembinaan ketenagaan. “Kesan di lapangan seperti wajib. Mau tidak ikut takut kena blacklist, mau ikut anggaran sudah habis,” keluh salah satu peserta.
Guru lainnya mempertanyakan legalitas ATAS, termasuk apakah organisasi tersebut terdaftar di Kesbangpol dan memiliki rekam jejak kompetensi dalam pelatihan administrasi sekolah. “ATAS ini tidak dikenal. Belum jelas apakah terdaftar atau punya kapasitas mengadakan pelatihan untuk administrator sekolah,” ujar seorang guru.
Keluhan ini semakin kuat setelah Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengeluarkan arahan agar seluruh OPD melakukan efisiensi anggaran dan menghindari kegiatan yang tidak mendesak, termasuk mengadakan kegiatan di hotel.
Dalam surat bernomor 424/8830/PK/2025 tertanggal 20 November 2025, Plt Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, meminta kepala SD dan SMP negeri serta swasta mengirimkan peserta untuk mengikuti bimtek yang digelar di Grand Kayana Hotel, Medan Helvetia. Surat tersebut menyebut biaya kegiatan dua hari tersebut dibebankan pada anggaran sekolah.
Kegiatan itu merupakan bimtek transformasi digital dalam pelayanan publik sekaligus perayaan HUT ATAS Indonesia ke-18.
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, menyatakan akan menanyakan hal ini lebih dulu. “Terima kasih informasinya, akan saya tanyakan lebih dulu,” tuturnya. (hm24)






















