Proyek Pemeliharaan Jalan Rp323 Juta di Dairi Sudah Rusak, Warga Pertanyakan Kualitas

Jalan di Sungai Raya-Tambahan, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, yang baru selesai dikerjakan sudah terlihat berlubang dan bergelombang, Selasa (20/10/2026). (Foto: Julius/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID – Proyek pemeliharaan jalan di Sungai Raya-Tambahan, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, sudah terlihat berlubang dan bergelombang, Selasa (20/10/2026).
Padahal, pemeliharaan jalan senilai Rp323.375.000 tersebut baru selesai dikerjakan. Salah satu warga bermarga Simbolon mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang bersumber dari APBD DAU (TKD) Dairi tersebut.
"Kayaknya proyek ini asal dikerjakan. Baru selesai dikerjakan, tetapi sudah rusak. Jalan saat ini sudah berlubang dan bergelombang. Kami menilai pelaksana proyek ini kurang profesional," kata Simbolon.
Warga lainnya, Simamora meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi turun langsung meninjau hasil pekerjaan CV Geoffrey. Ia juga meminta agar proyek tersebut tidak dibayarkan sebelum kualitas pengerjaannya dievaluasi.
Menurutnya, kerusakan jalan dikhawatirkan semakin parah ketika musim hujan terjadi karena air berpotensi masuk ke pondasi dan menggerus bagian bawah jalan.
"Jangankan air pada musim hujan, air kencing hewan peliharaan saja berpotensi membuat cepat rusak jalan. Artinya proyek ini dikerjakan orang tidak profesional," kata Simamora.
Terpisah, Sekretaris Dinas PUTR Dairi, Agus Kacaribu, saat dikonfirmasi menyarankan agar persoalan tersebut ditanyakan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUTR Dairi, Makarios Sagala, belum memberikan respons hingga berita diterbitkan.[]
PREVIOUS ARTICLE
Penerapan PJJ di Binjai Berjalan LancarBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER





































