Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
SUMUT

Peralatan BPBD Toba Banyak Usang, Penanganan Bencana Andalkan Sarana yang Ada

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 20.24 WIB
peralatan_bpbd_toba_banyak_usang_penanganan_bencana_andalkan_sarana_yang_ada

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Toba, Riston Daniel Hutapea. (foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba mengakui sebagian peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi memadai untuk mendukung penanganan bencana secara optimal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Toba, Riston Daniel Hutapea, mengatakan pihaknya tetap berupaya memaksimalkan seluruh peralatan yang masih tersedia meski kebutuhan sarana penanggulangan bencana masih cukup banyak.

“Sebisa mungkin kita maksimalkan seluruh peralatan yang masih tersedia di BPBD. Terkait pemenuhan peralatan agar lebih optimal, saat ini kita lagi berusaha dari BNPB, BPBD Provinsi serta dari Pemerintah Kabupaten Toba sendiri,” ujar Riston, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, salah satu kendala dalam upaya menambah peralatan adalah kondisi efisiensi anggaran. Karena itu, pemenuhan sarana penanggulangan bencana secara lebih optimal harus menunggu penganggaran berikutnya.

“Kondisi efisiensi anggaran menjadi kendala. Tahun ini kita harus bersabar menunggu tahun berikutnya, semoga dapat terwujud,” katanya.

Meski demikian, BPBD Toba masih mendapat dukungan sejumlah sarana untuk menunjang penanganan bencana. Pada tahun ini, telah dianggarkan lima unit tenda darurat. Selain itu, BPBD juga menerima bantuan satu unit speedboat dari Dinas Kesehatan untuk mendukung penanganan bencana di perairan Danau Toba.

Untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, BPBD Toba memiliki empat unit water pump. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi mobil pemadam kebakaran, seperti kawasan perbukitan dan pegunungan.

“Kita ketahui wilayah Kabupaten Toba memiliki geografis hutannya mayoritas terletak di daerah pegunungan sehingga dibutuhkan water pump untuk pemadaman jika terjadi kebakaran hutan serta ruang sempit padat penduduk,” ujar Riston.

Selain keterbatasan peralatan, BPBD Toba juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya untuk penanganan kebakaran hutan dan pencarian korban tenggelam yang membutuhkan keahlian khusus.

Riston mengatakan, dirinya belum dapat merinci seluruh jenis peralatan yang masih mengalami kekurangan karena perlu melakukan pemeriksaan kembali. Namun, ia memastikan masih banyak peralatan yang perlu diperbarui.

“Seperti peralatan rescue pengadaan tahun 2000 jika digunakan saat ini sungguh tidak memadai lagi. Demikian juga sumber daya manusia yang dimiliki masih kurang, khususnya kebakaran hutan dan pencarian korban tenggelam perlu keahlian khusus,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana, BPBD Toba pada 2026 menganggarkan Rp300 juta. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp250 juta lebih telah dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan 42 peristiwa bencana. Salah satu alokasi terbesar diberikan untuk penanganan bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Sigumpar dan Kecamatan Laguboti.

Dengan kondisi sarana yang masih terbatas, BPBD Toba menyatakan akan tetap memaksimalkan peralatan yang tersedia sembari mengupayakan penambahan sarana melalui BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Toba. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN