Pemkab Langkat Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Banjir Besitang

Warga terdampak banjir di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, yang masih tinggal di tenda pengungsian mulai mengeluhkan batuk dan pilek. (Foto: Pemkab Langkat/Mistar)
Langkat, MISTAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menyalurkan bantuan logistik dan menyediakan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di posko pengungsian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Langkat, Ansyari Ramli, mengatakan bantuan logistik telah disalurkan secara bertahap sejak Minggu malam.
“Sejak semalam bantuan logistik sudah disalurkan secara bertahap. Bantuan yang diberikan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng untuk para pengungsi di Kecamatan Besitang,” ujar Ansyari, Senin (12/10/2026) sore.
Ia menambahkan, pada Senin pihaknya kembali menyalurkan bantuan secara terpisah berupa 50 karung beras dan 50 kotak mi instan bagi pengungsi di Kecamatan Besitang.
Selain itu, bantuan dari Dinas Sosial meliputi 30 karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 setel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.
Ansyari menyebutkan, warga masih menempati sejumlah posko pengungsian. Di Posko Dusun Sekoci tercatat 40 kepala keluarga (KK), Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK.
Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang. Sementara itu, sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di sebuah sekolah madrasah di Dusun Sekoci.
“Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian,” ungkapnya.
Menurut Ansyari, BPBD Langkat masih memantau perkembangan ketinggian air. Hingga Senin sore, banjir dilaporkan mulai surut di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
“Pemantauan masih terus kami lakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi dan memastikan keselamatan warga terdampak,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan logistik, pemerintah juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di lokasi pengungsian. Sejumlah tenaga medis dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak (mobile) di beberapa titik, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.
Ansyari mengatakan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga adalah batuk dan pilek. Petugas medis telah memberikan obat-obatan kepada warga yang mengalami keluhan tersebut.
“Warga yang terdampak banjir paling banyak mengeluhkan batuk dan pilek. Petugas sudah memberikan obat-obatan kepada mereka yang sakit,” sebutnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















































