Pemkab Labuhanbatu Fokus Tingkatkan Peran dan Kemandirian Perempuan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga, saat memimpin apel gabungan di Lapangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Labuhanbatu, Senin (11/5/2026). (Foto: Dok. Pemkab Labuhanbatu/Mistar)
Labuhanbatu, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu memperkuat strategi pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kewirausahaan, layanan kesehatan responsif gender, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga, saat memimpin apel gabungan di Lapangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Labuhanbatu, Senin (11/5/2026).
Menurut Sarimpunan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah, seiring dengan upaya perlindungan terhadap anak.
“Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu memiliki strategi yang strategis dalam ruang lingkup pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kewirausahaan, kesehatan responsif gender, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi tersebut demi meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperluas akses terhadap layanan publik yang lebih adil dan sensitif terhadap kebutuhan perempuan.
Pemkab juga menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan, mulai dari budaya patriarki, persoalan ekonomi, hingga keterbatasan layanan.
Sarimpunan menambahkan, isu pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari perlindungan anak. Penguatan peran keluarga pada pengasuhan anak menjadi salah satu fokus penting.
“Fokus Pemkab adalah menurunkan angka kekerasan dan eksploitasi, pencegahan perkawinan anak dan hak pendidikan anak,” tuturnya.
Selain itu, masyarakat khususnya orang tua diminta lebih maksimal mengawasi anak-anaknya saat menggunakan gawai.
Berdasarkan peraturan Komdigi nomor 9 tahun 2026, anak di bawah umur 16 tahun tidak dapat menggunakan media sosial.
"Masalah gadget pada anak bisa teratasi bila orang tua maksimal mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas secara online," ujar Sarimpunan lagi. (hm20)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















