Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemerintah Samosir dan Polres Gelar Sosialisasi Sadar Hukum Cegah Premanisme

Mistar.idKamis, 13 November 2025 16.20
journalist-avatar-top
JS
pemerintah_samosir_dan_polres_gelar_sosialisasi_sadar_hukum_cegah_premanisme

Kesbangpol Samosir melakukan sosialisasi sadar hukum kepada ormas.(Foto: Josner/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Dalam upaya memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai mitra strategis pemerintah dan kepolisian, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan sosialisasi sadar hukum kepada organisasi kemasyarakatan, Kamis (13/11/2025) di Aula AE Manihuruk, Kecamatan Pangururan.

Kegiatan sosialisasi kemasyarakatan yang mengusung tema “Peningkatan Kesadaran Hukum Organisasi Kemasyarakatan dalam Mendukung Pembangunan dan Peran Sinergi Kepolisian serta Organisasi Kemasyarakatan dalam Mencegah Premanisme di Kabupaten Samosir” dihadiri oleh perwakilan berbagai ormas, LSM, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Kejari Samosir dan Polres Samosir.

Kepala Badan Kesbangpol Samosir, Dumosch Pandiangan, mengatakan bahwa peningkatan kesadaran hukum merupakan bagian dari pembinaan terhadap ormas agar lebih berperan positif dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Pembangunan bukan semata-mata hanya pembangunan fisik atau infrastruktur. Ada anggaran untuk ormas sebagai dana hibah, walaupun anggarannya minim,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, Dumosch berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan ormas dapat semakin kuat dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta menumbuhkan kesadaran hukum di masyarakat.

Kasatreskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, dalam paparannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan ormas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

AKP Edward Sidauruk juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk bersinergi dan menjalankan peran sesuai dengan fungsi utama ormas.

“Samosir adalah daerah destinasi wisata. Salah satu indikator tempat wisata adalah kenyamanan dan keamanan. Keamanan merupakan aset mahal yang harus dijaga. Samosir adalah milik kita,” ujarnya.

Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa jika ada aksi premanisme yang mengganggu masyarakat, pihak Polres Samosir akan melakukan tindakan represif.

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan penyuluhan hukum oleh pihak kepolisian dan kejaksaan, serta dialog interaktif dengan perwakilan ormas untuk mencegah terjadinya aksi premanisme di Kabupaten Samosir.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN