Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pedagang Nakal Jual BBM Eceran Rp30–50 Ribu di Binjai, Pemko Gelar Sidak SPBU

Mistar.idRabu, 3 Desember 2025 17.49
JS
BD
pedagang_nakal_jual_bbm_eceran_rp3050_ribu_di_binjai_pemko_gelar_sidak_spbu

Antrean kendaraan di SPBU Kebun Lada Binjai tampak mengular hingga 2 kilometer, berlangsung dari pagi hingga malam hari. (foto:bayu/mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca banjir yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Binjai dimanfaatkan sejumlah oknum warga untuk mencari keuntungan besar.

Mereka menjual BBM eceran dengan harga melambung hingga Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per liter, atau tiga hingga lima kali lipat dari harga normal Pertalite yang berkisar Rp10 ribu per liter.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang masih terjadi di beberapa SPBU di Kota Binjai. Di antara warga yang mengantre, terdapat oknum yang membeli BBM bukan untuk kebutuhan pribadi, melainkan untuk dijual kembali.

Oknum tersebut biasanya menggunakan kendaraan roda empat seperti pikap atau mobil pribadi agar dapat membeli BBM dalam jumlah besar. Mereka melakukan pengisian berulang hingga 3–5 kali dalam satu periode, baik menggunakan mobil maupun sepeda motor.

Setelah mendapatkan pasokan yang cukup banyak, BBM tersebut kemudian diproses secara sederhana sebelum dijual kembali dalam bentuk eceran. Harga jual bervariasi antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per botol ukuran besar. Beberapa di antaranya bahkan mempromosikan jualannya melalui media sosial.

“Gila bang, untung yang didapat orang itu bisa berkali-kali lipat. Dalam sehari saja bersih bisa dapat paling sedikit Rp500 ribu,” ungkap seorang warga.

Praktik penimbunan dan penjualan kembali BBM ini dikhawatirkan memperparah kelangkaan serta merugikan masyarakat umum yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan mendesak, terutama di masa pemulihan pasca banjir.

Pemko Binjai Turunkan Tim Sidak ke Seluruh SPBU

Menanggapi keresahan masyarakat, Pemerintah Kota Binjai melalui Pj Sekretaris Daerah, Chairin F. Simanjuntak, langsung mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Surat Tugas membentuk tim gabungan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring distribusi BBM di seluruh SPBU Kota Binjai.

Tim tersebut terdiri dari unsur Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan, UPT Metrologi Legal, serta staf terkait.

“Mereka diberi mandat untuk memastikan kelancaran distribusi BBM jenis JBT dan JBKP, sekaligus mencegah potensi penyelewengan maupun penimbunan,” jelas Chairin, Rabu (3/12/2025).

Sidak berlangsung sejak 2 hingga 4 Desember 2025 di seluruh SPBU di Kota Binjai. Pemerintah berharap pengawasan ketat dapat memastikan stok BBM tetap aman dan masyarakat tidak kembali kesulitan mendapatkan bahan bakar. (hm16)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN