15.6 C
New York
Sunday, May 19, 2024

Nilai Tukar Petani di Sumut Naik 1,64 Persen

Medan, MISTAR.ID

Berdasarkan pemantauan harga-harga perdesaan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Maret 2023, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumut mengalami kenaikan sebesar 1,64 persen dibandingkan Februari 2023, yaitu dari 125,34 menjadi 127,40.

Dikatakan Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Dinar Butar-Butar bahwa Kenaikan NTP Maret 2023 disebabkan oleh naiknya NTP empat subsektor.

Pertama NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,74 persen, Kedua NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,73 persen, Ketiga NTP subsektor Peternakan sebesar 1,26 persen dan Keempat NTP subsektor Perikanan sebesar 0,29 persen. “Namun ada NTP subsektor Hortikultura yang mengalami penurunan sebesar 3,33 persen,” sebutnya, Rabu (12/4/23).

Baca Juga:Tiga Subsektor Nilai Tukar Petani di Sumut Turun

Sambungnya, pada Maret 2023, terjadi deflasi perdesaan di Sumut sebesar 0,25 persen. Lalu untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumatera Utara Maret 2023 sebesar 124,83 atau naik sebesar 1,29 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Disisi lain, disebutkan Dinar berdasarkan survei harga produsen gabah di Sumut pada Maret telah mencatat 130  observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten terpilih dengan komposisi terbanyak didominasi oleh Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 73 observasi (56,15%), disusul Gabah Kualitas Rendah sebanyak 30 observasi (23,08%), dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 27 observasi (20,77%).

Di tingkat petani pada Maret, harga gabah tertinggi senilai Rp6.818 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Permaisuri di Kabupaten Toba. Sedangkan harga terendah senilai Rp4.200 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Hibrida dari Kabupaten Labuhanbatu.

Baca Juga:Nilai Tukar Petani di Desember 2022 Naik 0,15 Persen

“Di tingkat penggilingan pada Maret, harga gabah tertinggi senilai Rp6.918 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Permaisuri di Kabupaten Toba. Sedangkan harga terendah senilai Rp4.300 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Hibrida dari Kabupaten Labuhanbatu,” ujarnya.

Sementara itu, rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 3,12 persen dari Rp. 6.365 per kg pada Februari menjadi Rp6.167 per kg pada Maret. Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami penurunan sebesar 14,74 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp5.719 per kg menjadi Rp4.876 per kg.

“Rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan mengalami penurunan sebesar 2,40 persen dari Rp6.479 per kg pada Februari menjadi Rp6.324 per kg pada Maret. Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami penurunan sebesar 14,93 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp5.854 per kg menjadi Rp 4.980 per kg,” pungkasnya.(anita/hm15)

Related Articles

Latest Articles