Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Monumen Perang Dunia II di Porsea Dikritik Warga, Dinilai Kurang Menggambarkan Sejarah

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 14.40 WIB
monumen_perang_dunia_ii_di_porsea_dikritik_warga_dinilai_kurang_menggambarkan_sejarah

Monumen Perang Dunia II yang sedang dalam tahap pembangunan di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

Toba, MISTAR.ID (20/10/2026) – Pembangunan monumen Perang Dunia II sebagai pengganti monumen lama yang dibongkar untuk pembangunan jembatan di Sungai Toba-Asahan di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menuai kritik dari warga. Monumen baru tersebut dinilai belum menggambarkan perjuangan dan peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunannya.

Seorang warga, M. Sitorus, mengatakan bentuk monumen yang baru tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Namun, menurutnya, belum ada perubahan signifikan yang dapat menggambarkan peristiwa sejarah secara jelas kepada masyarakat.

“Namun sayang, tidak ada perubahan yang membuat setiap orang yang melihat merasa ingin tahu apa sebenarnya kejadian yang terjadi sebelumnya, sehingga monumen tersebut dibangun,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, seharusnya pembangunan monumen baru disertai penyempurnaan desain agar dapat menggambarkan situasi dan peristiwa yang terjadi pada masa Perang Dunia II, termasuk perebutan kekuasaan antara tentara Jepang dan Sekutu.

“Karena monumen sepengetahuan saya merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hendaknya tidak salah jika di atas monumen tersebut dibuat bentuk menyerupai granat, sehingga menggambarkan peristiwa perang,” ucapnya.

Warga lainnya, Togi, juga menilai perubahan desain, seperti penambahan ornamen berbentuk granat, dapat meningkatkan daya tarik monumen. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan yang melintas di kawasan Porsea diharapkan tertarik untuk singgah dan mengetahui sejarah di balik pembangunan monumen tersebut.

Menurutnya, desain monumen yang ada saat ini dikhawatirkan kurang menarik perhatian orang yang melintas.

“Kita berharap monumen ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kecamatan Porsea, umumnya di Kabupaten Toba, terlebih jika terjadi pembangunan pariwisata di bantaran sungai, melalui program Sumut Berkah,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN