Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Jelang Idulfitri, Usaha Kue Kering di Asahan Kebanjiran Pesanan

Mistar.idSenin, 16 Maret 2026 08.33
AN
PR
jelang_idulfitri_usaha_kue_kering_di_asahan_kebanjiran_pesanan

Salah satu pelaku usaha UMKM pembuatan kue kering Lebaran di Asahan. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, denyut aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Asahan mulai terasa semakin sibuk. Salah satu sektor yang paling merasakan lonjakan permintaan adalah usaha pembuatan kue kering Lebaran.

Dari dapur-dapur rumah warga hingga usaha rumahan skala kecil, aroma manis kue yang baru dipanggang menjadi penanda datangnya musim rezeki bagi para pelaku UMKM.

Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran membuat permintaan terhadap berbagai jenis kue meningkat signifikan setiap tahun. Di berbagai sudut daerah di Asahan, para pelaku UMKM mulai memproduksi kue dalam jumlah lebih besar untuk memenuhi pesanan pelanggan yang terus berdatangan menjelang hari raya.

Beragam jenis kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, hingga kuping gajah menjadi favorit masyarakat. Kue-kue tersebut biasanya disajikan untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi saat Idulfitri. Tidak heran jika beberapa pekan sebelum Lebaran, pesanan kue kering mulai membludak.

Salah satu pelaku UMKM di Kisaran, Kabupaten Asahan, Fitri Sari, 30 tahun, mengaku setiap tahun menjelang Lebaran produksi kue kering meningkat berkali lipat dibandingkan hari biasa. Fitri hanya membuat kue pada momen Lebaran dan Natal-Tahun Baru saja sesuai dengan pesanan.

“Sudah enam tahun lalu bikin usaha begini. Kalau pesanannya mungkin dari keluarga, teman, sampai tetangga saja. Saya mulai bikin kue dari awal puasa, saat ini mungkin untuk produksi sudah 100 kilo lebih,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Dikatakannya, jika pada hari normal hanya memproduksi beberapa toples kue, saat musim Lebaran jumlah produksi bisa mencapai ratusan toples.

Peningkatan permintaan ini tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari pelanggan yang memesan untuk dijadikan hampers atau bingkisan Lebaran. Tren berbagi hampers kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja turut mendongkrak penjualan para pelaku usaha kue kering.

“Biasa langganan sudah ada tiap tahun. Seminggu jelang Lebaran ini paling repot,” kata dia.

Kesibukan juga terlihat dari aktivitas para pekerja yang membantu proses pembuatan kue, mulai dari mencampur adonan, mencetak, memanggang, hingga mengemas kue ke dalam toples. Semua proses dilakukan secara teliti untuk menjaga cita rasa dan kualitas produk agar tetap terjaga.

Bagi pelaku UMKM, momentum menjelang Lebaran menjadi salah satu periode paling penting dalam setahun. Selain meningkatkan omzet usaha, musim ini juga membuka peluang tambahan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang membantu proses produksi.

Selain penjualan secara langsung, beberapa pelaku UMKM di Asahan kini mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka. Cara ini dinilai efektif untuk menjangkau pelanggan lebih luas, bahkan hingga luar daerah.

Meski persaingan usaha kue kering semakin ketat, para pelaku UMKM tetap optimistis usahanya akan terus berkembang. Kreativitas dalam menghadirkan variasi rasa dan kemasan menarik menjadi strategi agar produk tetap diminati masyarakat.

Momentum Lebaran memang selalu membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kue kering di Asahan. Di balik kesibukan dapur dan aroma kue yang menggoda, tersimpan harapan besar agar usaha kecil yang mereka jalankan dapat terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahun. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN