Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Cegah Banjir dan Longsor, BBKSDA dan Pemkab Tapteng Tanam Pohon di Tukka

Mistar.idKamis, 9 April 2026 18.50
journalist-avatar-top
FM
cegah_banjir_dan_longsor_bbksda_dan_pemkab_tapteng_tanam_pohon_di_tukka

Kepala BBKSDA Sumut Novita Kusuma Wardani dan Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi saat melakukan aksi penanaman pohon. (foto: Feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan penanaman pohon sebagai upaya mencegah bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Acara Aksi Penanaman Pohon Bersama pada Penyangga Ekosistem Batangtoru dalam rangka Peringatan Hari Bumi tahun 2026 itu dilaksanakan di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan itu juga dirangkai dengan penyerahan bibit ke masyarakat dan usai penanaman pohon dilanjutkan dengan kegiatan Identifikasi Potensi Areal Preservasi yang digelar di Hotel Pia Pandan.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara (Sumut) Novita Kusuma Wardani, menyampaikan penanaman pohon yang dilaksanakan merupakan upaya mencegah terjadinya bencana di masa yang akan datang.

"Harapan dan semangat positif kita laksanakan untuk menjaga lingkungan melalui aksi nyata. Menanam pohon bersama adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi bumi dan kehidupan manusia," ujarnya.

Ia mengatakan Kecamatan Tukka adalah salah satu wilayah yang mengalami dampak bencana terparah di Sumut, wilayah itu juga termasuk penyangga ekosistem Batangtoru, maka perlu mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan.

"Maka itu komitmen kita kawasan hutan harus tetap terjaga, terhindar dari bencana. Tidak boleh lagi ada penebangan hutan," kata Novita didampingi Kepala Sub Direktorat Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastriningsih.

Novita menegaskan di areal preservasi, perlu dilakukan perlindungan dengan tanaman hayati guna mempertahankan hutan dan upaya menjaga hutan. Dengan menjaga hutan, berarti menyelamatkan hutan agar terhindar dari bencana dan marabahaya.

"Dengan menjaga hutan, kita bisa harmonis berdampingan dengan alam sekitar dan dengan berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di dalamnya," tuturnya.

Ia menilai di daerah perbukitan di Kecamatan Tukka sangat cocok ditanam jenis tanaman durian, matoa, dan aren yang juga mempunya nilai ekonomis meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, mengucapkan selamat hari bumi tahun 2026 dan Pemkab Tapteng sangat mengapresiasi kegiatan aksi penanaman pohon bersama itu.

Ia menilai, penanaman pohon bersama Balai Besar KSDA Sumut dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai langkah yang sangat tepat untuk melestarikan alam Tapteng, sebab pada 25 November 2025 lalu, Tapteng mengalami bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, yang tidak diharapkan.

"Penanaman pohon yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu solusi jangka panjang yang paling efektif dan bermanfaat untuk memitigasi bencana banjir bandang dan tanah longsor. Kita mengetahui bahwa akar pohon berperan sebagai benteng pertahanan alami yang menstabilkan tanah dan mengatur siklus air," ujarnya.

Selain itu, sambung Mahmud, kegiatan ini juga merupakan langkah awal yang baik yang perlu di pertahanan untuk menjaga ekosistem dan kelestarian alam dan contoh awal yang harus terus dilakukan dan terus berkelanjutan.

"Saya mengajak masyarakat Tapteng untuk menjaga alam, jangan melakukan penebangan liar, mari lakukan ini hal-hal baik dengan menanam pohon karena sangat berarti bagi kehidupan kita ke depan," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN