14.2 C
New York
Tuesday, May 21, 2024

Bupati Samosir Tanam Kopi Di KPT Tele

Samosir, MISTAR.ID

Bupati Samosir Vandiko Gultom melakukan penanaman kopi sebanyak 1000 batang di areal Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian, Selasa (24/5/23).

Penanaman bibit kopi dilakukan bersama Kepala BBPPTP Medan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan (BBPPTP) yang diwakili Namsen Girsang , Plt. Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian, Tumiur Gultom, Camat Harian, P. Hartopo Manik dan Kelompok Tani Maju Tani.

Selain menanam kopi juga dilakukan penanaman alpukat dan pohon serta menyerahkan 5 unit cultivator dan 5 unit pompa air kepada kelompok tani dalam mendukung Kawasan Pertanian Terpadu (KPT), melalui sinergitas dengan Kementerian Pertanian.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom mengucapan terima kasih kepada Menteri pertanian yang tetap  memberikan bimbingan dan bantuan dalam mengembangkan KPT dan meminta supaya seluruh kelompok tani penerima dapat memanfaatkan bantuan dengan baik.

“Seluruh benih betul-betul ditanam, jangan dijual, dibagikan kepada kelompok tani dan ditanam. Mari kerjasama, kita sukseskan pertanian di Kabupaten Samosir,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pengembangan KPT tidak bisa sukses apabila hanya ditangani pemerintah, tetapi perlu dukungan dan kerjasama dari seluruh kelompok tani.

Lebih lanjut, Vandiko Gultom mengajak masyarakat untuk menggunakan pupuk organik dan tidak  bergantung pada pupuk kimia serta tidak mudah terpancing dengan issu yang dapat menghambat.

Baca juga : Laksanakan Program Bunga Desa, Bupati Samosir: Setiap Desa Harus Mendapat Pemerataan Pembangunan

“Pemkab Samosir akan tetap melakukan pelatihan pembuatan  pupuk organik kepada kelompok tani. Saya menghimbau, mari kita sukseskan pertanian di samosir dengan pupuk  organik. Hasil pertanian dengan pupuk organik tidak kalah dengan pupuk kimia, mari manfaatkan dengan baik,” sebutnya.

Ia menegaskan agar Dinas Ketapang dan Pertanian melakukan pendampingan sehingga apa yang ditanam benar-benar membuahkan hasil yang mensejahterakan petani dan masyarakat.

Kepala BBPPTP yang diwakili Namsen Girsang mengatakan kopi merupakan komoditi perkebunan penghasilan devisa negara.

“Seiring berkembangnya jaman, perlu pengembangan produk kopi organik. Untuk itulah BBPPTP melakukan pengembangan pertanian kopi organik dengan benih yang unggul, bermutu, bersertifikat serta bebas dari residu pestisida sehingga dapat diterima dipasar global,” katanya.

Dikatakannya, Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah perluasan tanaman kopi dan untuk Tahun 2023 mendapat bantuan 50 ribu batang bibit kopi Arabika, pupuk organik 10 ton, dan NPK sebanyak 2,5ton dengan total bantuan sebesar Rp383 juta rupiah.

Ia berharap para petani dapat menjadi lokomotif membangkitkan pertanian dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia khususnya Sumatera Utara.

“Melalui pengembangan kawasan tanaman kopi di KPT, Kabupaten Samosir memiliki produk olahan sendiri yang bebas residu pestisida dengan nama khas,” ungkapnya.  (Josner/HM19)

Related Articles

Latest Articles