Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Asap Karhutla Terdeteksi di 4 Kabupaten Sumut, Pematangsiantar Mulai Nihil

Mistar.idMinggu, 11 Oktober 2026 pukul 17.24 WIB
asap_karhutla_terdeteksi_di_4_kabupaten_sumut_pematangsiantar_mulai_nihil

Pantauan citra satelit terkait sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara. (Foto: BBMKG Wilayah I Medan)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di empat kabupaten di Sumatera Utara (Sumut), Minggu (11/10/2026). Sementara itu, potensi sebaran asap di Kota Pematangsiantar yang sempat terpantau pada 8 dan 9 Oktober 2026 kini tidak lagi terdeteksi berdasarkan pemantauan citra satelit.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan empat kabupaten yang terdeteksi mengalami sebaran asap meliputi Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Padang Lawas.

“Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit pada hari ini pukul 13.00 WIB, asap karhutla terdeteksi di wilayah Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Padang Lawas,” kata Hendro dalam keterangan pers.

Sebaran asap tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Namun, asal asap yang terdeteksi di masing-masing kabupaten perlu dipastikan berdasarkan informasi resmi dari BBMKG.

Hendro menjelaskan, secara umum kualitas udara di Sumut pada Minggu (11/10/2026) berada dalam kategori baik berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi PM2.5 atau partikel halus di udara pada pukul 14.00 WIB.

Meski demikian, jarak pandang di sejumlah wilayah mengalami penurunan.

“Jarak pandang mengalami penurunan, berkisar 5–8 kilometer, berdasarkan pemantauan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan citra satelit BBMKG Wilayah I Medan, potensi sebaran asap di Kota Pematangsiantar tidak lagi terdeteksi pada 11 Oktober 2026. Sebelumnya, potensi sebaran asap sempat terpantau di kota tersebut pada 8 dan 9 Oktober 2026.

Meski kondisi tersebut telah berubah, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berkendara di tengah kondisi berkabut dan berasap.

“Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak pandang, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai,” ujar Hendro.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar juga mengeluarkan informasi kewaspadaan dini terkait potensi sebaran asap dari sejumlah daerah di Sumut. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara.

BPBD mencatat, pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, jarak pandang di sejumlah lokasi berada pada kisaran 4–5 kilometer. Pada saat itu, konsentrasi partikulat PM2.5 berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara memburuk, serta terus mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan BPBD. Para kepala daerah juga diharapkan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak sebaran asap.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN