Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Sidikalang 3 Usai Dugaan Keracunan MBG

Mistar.idSelasa, 10 Februari 2026 19.09
journalist-avatar-top
JM
bgn_hentikan_sementara_operasional_sppg_sidikalang_3_usai_dugaan_keracunan_mbg_

SPPG penyalur MBG ke SMK Swasta HKBP Sidikalang. (foto: manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Surat pemberhentian operasional sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3, Kabupaten Dairi, beredar luas di media sosial (medsos). Surat tersebut bernomor 382/D.TWS/02/2026 tertanggal 10 Februari 2026 dan bersifat segera.

Surat itu ditandatangani Dr Harjito, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, dan ditujukan kepada Kepala SPPG Dairi Sidikalang 3.

Pemberhentian operasional sementara dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain laporan Kepala SPPG Sidikalang 3 tertanggal 10 Februari 2026 terkait dugaan keracunan. Hasil investigasi singkat di lapangan serta laporan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara. Kemudian pertimbangan pimpinan dan staf Badan Gizi Nasional (BGN) atas terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP).

Dalam surat tersebut dijelaskan, operasional SPPG Sidikalang 3 dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

Penghentian berlaku hingga hasil pemeriksaan menyatakan SPPG memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Koordinator BGN Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution, membenarkan adanya surat penghentian operasional sementara tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dirawat di RSUD Sidikalang, RSU Serenapitta, Klinik Katolik, serta Puskesmas Huta Rakyat.

Siswa dan guru yang ditemui di Puskesmas Huta Rakyat, mengatakan gejala diare dialami sejak Senin (10/2/2026) malam setelah menyantap menu MBG berupa nasi, ayam gulai, pisang, dan sayur selada.

Mereka menyebut sebagian makanan berbau tidak sedap dan berlendir sehingga tidak semua siswa mengonsumsinya. “Yang makan itu yang kemudian mengalami sakit, kemungkinan karena bakteri,” ujar salah seorang guru.

Sementara itu, Dhap, selaku Chef MBG di SPPG Sidikalang, mengatakan pihaknya mendistribusikan sekitar 3.260 porsi makanan ke 19 sekolah. Ia menegaskan makanan dalam kondisi steril saat keluar dari dapur SPPG Palapa.

Tenaga medis menyebut sekitar 20 pasien harus dirujuk ke RSUD Sidikalang karena mengalami keracunan cukup serius, bahkan beberapa di antaranya sempat pingsan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN