Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

AKBP Rina: Pancasila Terbukti Menjadi Perekat Bangsa di Tengah Tantangan Global

Mistar.idSenin, 1 Juni 2026 pukul 16.18 WIB
akbp_rina_pancasila_terbukti_menjadi_perekat_bangsa_di_tengah_tantangan_global

Foto bersama usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Tebing Tinggi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Tebing Tinggi, MISTAR.ID

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya, menegaskan Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian global. Selain itu, Pancasila dinilai mampu menjaga persatuan dan menjadi perekat keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Rina mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), bukan sekadar simbol atau hafalan.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ujarnya.

Melalui pidato Kepala BPIP tersebut, Kapolres juga menekankan tanggung jawab konstitusional Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila, lanjutnya, merupakan instrumen penting dalam diplomasi untuk menjembatani perbedaan dan meredam berbagai konflik global.

“Semua tindakan nyata tersebut merupakan bentuk pengejawantahan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” katanya.

Di akhir sambutannya, Rina mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN