Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pentas Seni Budaya Simalungun Siap Digelar, Rumah Baca Pelita Bangsa Ajak Pemerintah Berkolaborasi

Mistar.idRabu, 19 November 2025 pukul 16.01 WIB
pentas_seni_budaya_simalungun_siap_digelar_rumah_baca_pelita_bangsa_ajak_pemerintah_berkolaborasi

Tim Rumah Baca Pelita Bangsa audiensi dengan Disbudaprekraf Simalungun.(foto: Dok rumah baca/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Upaya memperkuat literasi budaya di kalangan anak dan remaja menjadi fokus utama Pentas Seni Budaya Simalungun Rumah Baca Pelita Bangsa, yang akan digelar pada 30 November 2025 di Lapangan Panei Tongah. Melalui audiensi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Simalungun, Rumah Baca Pelita Bangsa mengajak pemerintah berkolaborasi untuk menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan pendidikan budaya berbasis komunitas. (Rabu, 19/11/2025)

Dalam pertemuan yang diterima langsung Plt Kepala Disbudparekraf Simalungun, Alpian Denri Saragih, tim Pelita Bangsa memaparkan berbagai program literasi yang telah mereka jalankan, seperti kelas membaca, pelatihan komputer, kreativitas anak, hingga pendampingan belajar. Pentas seni budaya dianggap sebagai lanjutan dari kerja-kerja literasi tersebut, membawa pembelajaran dari ruang baca ke ruang publik.

“Ini bukan acara hiburan semata, tetapi ruang belajar identitas bagi anak-anak. Mereka harus mengenal lagu Simalungun, manortor, pakaian adat, dan cerita rakyat. Literasi budaya harus dimulai dari pengalaman langsung,” kata Andry Napitupulu mewakili rumah baca.

Disbudparekraf merespons positif ajakan tersebut. Alpian Saragih menilai bahwa penguatan literasi budaya melalui kegiatan berbasis komunitas sangat penting untuk memastikan tradisi tetap hidup dan dipahami generasi muda.

“Kegiatan seperti ini dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat. Budaya Simalungun memiliki kekayaan yang harus terus dipromosikan,” katanya.

Kegiatan pentas seni ini turut menggandeng sejumlah organisasi pemuda dan kelompok studi, seperti GMKI, PMKRI, GAMKI, KSPM, GMMUR, serta Pespa Panei Tongah. Kolaborasi ini diharapkan memperluas dampak kegiatan dan menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat.

Founder Rumah Baca Pelita Bangsa, Frans Sipayung, mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Simalungun untuk mendukung gerakan literasi budaya ini.

“Kami ingin budaya Simalungun terus hidup di tangan generasi muda,” ucapnya. Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN