Hari Santri Nasional, Sekda Simalungun Ingatkan Pentingnya Jaga Akhlak di Era Teknologi

Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 di Lapangan Kantor Bupati Simalungun, Kamis (22/10/2026). (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID – Pada peringatan Hari Santri Nasional ke-12, Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, berpesan agar para santri di wilayah Habonaron do Bona terus menambah pengetahuan ilmu dan teknologi, namun tidak melupakan akhlak, serta tradisi agama.
"Kami berpesan kepada santri agar memenuhi ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi jangan lupa akhlak dan tradisi yang menjadi modal membangun negeri, khususnya Simalungun," kata Mixnon di lapangan Kantor Bupati Simalungun, Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional merupakan semangat juang para santri yang mewarisi semangat para pendahulu dan akan membawa kemajuan bangsa menuju Indonesia emas.
"Sebagaimana amanat dari menteri agama," ujarnya.
Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, yang juga hadir, menyinggung persoalan narkoba dan penyalahgunaan media sosial (Medsos). Ia berharap tokoh agama ikut membantu membina generasi muda.
"Menjadi momen memperbaiki situasi yang berkembang saat ini, dengan krisis moral yang sangat berdampak," ujarnya.
Kehadiran para santri, ulama dan seluruh tokoh agama, menurut Sugiarto, akan memperbaiki akhlak yang sudah sangat krisis dengan penggunaan media sosial yang mungkin disalahgunakan dan situasi narkoba yang marak.
"Harapan kami kehadiran para santri ini bisa mengisi kemerdekaan dan menjadikan Indonesia mandiri dan maju. Para santri adalah ujung tombak kita kedepan, untuk membentengi akhlak dan sumber daya yang akan berkembang," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang santri asal Kecamatan Panei mengaku senang dengan perayaan hari ini.
"Mulai pagi sudah sampai di sini, senang bisa ketemu santri lain. Kami tadi menampilkan karate, yang perempuan menari," katanya.[]










































