Pigmen Merah Muda 1,1 Miliar Tahun Diungkap sebagai Warna Tertua di Bumi

Ilustrasi warna merah muda. (foto:gofreedownload/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Para ilmuwan mengungkap bahwa warna tertua di Bumi adalah merah muda, tersimpan dalam pigmen berusia 1,1 miliar tahun.
Pigmen tersebut ditemukan pada batuan purba di Sahara dan berasal dari molekul klorofil yang diproduksi oleh organisme laut mikroskopis. Temuan ini memberikan bukti penting mengenai warna biologis paling awal di planet ini. Studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, seperti dilansir Senin (1/12/2025), menjelaskan asal-usul pigmen tersebut.
Fosil molekul itu ditemukan dalam batuan di Cekungan Toudeni, Mauritania, Afrika Barat. Usianya ditentukan melalui analisis isotop dan proses ekstraksi kimia yang dilakukan secara bertahap. Pigmen merah muda tersebut berasal dari sianobakteri kuno yang hidup lebih dari satu miliar tahun lalu. Organisme itu memanfaatkan cahaya untuk melakukan fotosintesis di lautan purba.
Pada masa itu, kondisi Bumi masih minim oksigen sehingga organisme sederhana mendominasi ekosistem. Penelitian dilakukan oleh tim Australian National University bersama ilmuwan dari Amerika Serikat dan Jepang.
Para peneliti memisahkan pigmen dari batuan menggunakan pelarut khusus untuk mempertahankan struktur molekulnya. Warna merah muda cerah baru terlihat setelah pigmen dilarutkan dan dianalisis secara spektroskopi.
Mereka menjelaskan bahwa warna biologis biasanya memudar atau rusak akibat tekanan geologi. Namun, mineral tertentu dalam batuan dapat mengawetkan molekul organik dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Kondisi tersebut memungkinkan pigmen tetap bertahan hingga miliaran tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa warna biologis pertama tidak selalu gelap sebagaimana diasumsikan banyak ahli.
Pigmen merah muda itu memiliki intensitas tinggi, berbeda dari fosil warna lain yang sering tampak kusam. Hal tersebut menjadikan penemuan ini sebagai salah satu bukti warna purba paling jelas.
Hasil studi juga membantu memahami evolusi organisme fotosintetik di lautan kuno. Sianobakteri merupakan produsen oksigen yang mengubah kondisi atmosfer dari reduktif menjadi lebih mendukung kehidupan kompleks.
Warna merah muda ini menjadi jejak visual dari perubahan besar tersebut. Para peneliti menjelaskan bahwa keberadaan klorofil purba ini memberi informasi mengenai struktur ekosistem pada era sebelum munculnya hewan.
Pigmen itu mewakili biomassa dominan yang pernah menguasai lautan, memperkuat bukti bahwa kehidupan awal sangat dipengaruhi oleh mikroorganisme.
Penemuan pigmen tertua ini juga memperluas cara ilmuwan mempelajari masa prasejarah. Bukti warna dapat mengungkap kondisi kimia lingkungan serta jenis organisme yang hidup pada masa tersebut, menambah dimensi baru dalam rekonstruksi sejarah Bumi.
Baca Juga: Ditemukan Planet yang Atmosfernya Mirip Bumi
Studi ini menunjukkan bahwa jejak warna dapat bertahan jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Molekul organik dapat tersimpan baik di dalam batuan dengan komposisi stabil, membuka peluang penelitian lanjutan mengenai warna biologis purba lainnya.
Para peneliti menilai bahwa warna merah muda kuno ini menjadi kunci memahami asal-usul kehidupan fotosintetik. Pigmen tersebut memberikan gambaran bagaimana organisme awal memanfaatkan cahaya dan menjadi bukti visual berharga mengenai evolusi awal Bumi. (hm16)
PREVIOUS ARTICLE
Memori Android Lemot, Ini Tiga Aplikasi yang Disarankan Dihapus





















