Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

PC Diprediksi Menghilang Pada 2040

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 08.13
EH
pc_diprediksi_menghilang_pada_2040

PC. (Foto: PC Market/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Selama beberapa dekade, komputer pribadi (PC) menjadi perangkat utama untuk bekerja, berkreasi, hingga berkomunikasi. Mulai dari komputer desktop besar di era 1980-an, beralih ke laptop tipis hingga PC gaming modern, perangkat ini selalu menjadi pusat aktivitas digital manusia.

Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa menjelang tahun 2040, PC konvensional kemungkinan tidak lagi diperlukan. Fungsinya diprediksi digantikan oleh perangkat baru yang disebut Personal Access Points, yaitu perangkat kecil yang sepenuhnya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum.

Transformasi ini terjadi karena perkembangan teknologi yang sangat cepat. AI kini mampu menangani proses yang kompleks hanya dalam hitungan detik lewat server berbasis cloud, membuat pengguna tidak lagi membutuhkan perangkat dengan spesifikasi tinggi.

Beban komputasi akan sepenuhnya beralih ke pusat data berbasis AI yang jauh lebih cepat dan efisien. Pengguna hanya membutuhkan perangkat ringan sebagai "akses poin" untuk terhubung ke lingkungan komputasi mereka kapan pun dan di mana pun. Berikut penjelasan lengkapnya seperti dirangkum KompasTekno.

Chris Ream, Director of Penetration Testing Services di Linford & Co., LLP, memprediksi bahwa komputer pribadi benar-benar berpotensi “punah” pada tahun 2040. Berdasarkan analisisnya di Linford & Co., LLP, perubahan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kemajuan AI, hadirnya Personal Access Points, dan lompatan teknologi komputasi kuantum.

Ream memaparkan bahwa AI berbasis cloud akan menjalankan sebagian besar proses komputasi, sehingga perangkat pengguna tidak lagi memerlukan prosesor mahal atau spesifikasi kelas atas. Semua proses berat dilakukan server secara real time, sementara perangkat pengguna hanya menjadi terminal untuk mengakses sistem.

Menurut Ream, bentuk komputer di masa depan akan sangat berbeda. Bukan lagi PC lengkap dengan monitor, keyboard, dan CPU seperti sekarang, melainkan Personal Access Points, perangkat ringkas yang selalu terkoneksi untuk mengakses lingkungan digital pengguna dari lokasi mana pun.

Perkembangan komputasi kuantum akan mempercepat perubahan ini karena diperkirakan pada tahun 2040 mampu menangani tugas yang tak mungkin dieksekusi oleh PC tradisional, sekaligus melipatgandakan kecerdasan dan kecepatan sistem AI.

Interaksi manusia dengan teknologi juga disebut akan berevolusi drastis. Ream memperkirakan bahwa keyboard dan mouse tidak akan lagi digunakan. Sebagai gantinya, antarmuka saraf (neural interface) akan membaca sinyal otak, sementara kacamata AR atau hologram menggantikan monitor fisik.

AI personal akan memahami preferensi dan kebiasaan pengguna, lalu membentuk antarmuka digital secara otomatis. Dengan demikian, konsep UI/UX yang selama puluhan tahun bergantung pada layar dan perangkat input fisik akan berubah total.

Pada era setelah PC, pengguna tidak lagi terikat pada satu perangkat. Ruang kerja digital akan mengikuti mereka ke mana pun dan berubah secara dinamis sesuai kebutuhan. Sistem operasi seperti Windows, macOS, atau Linux diperkirakan kehilangan peran penting karena ruang kerja digital tidak lagi dihasilkan oleh perangkat lokal, melainkan dirancang otomatis oleh AI melalui cloud.

Tantangan privasi dan keamanan

Meski menawarkan kemajuan besar, perubahan ini menimbulkan pertanyaan yang sangat penting. Misalnya sampai sejauh mana AI boleh mengakses data pribadi? Apakah privasi masih bisa dijaga jika komputasi kuantum mampu menembus metode enkripsi saat ini? Dan apa konsekuensinya ketika teknologi berinteraksi langsung dengan tubuh manusia?

Ream menyebut bahwa ekosistem keamanan siber juga akan mengalami revolusi besar. Password diprediksi hilang dan digantikan oleh autentikasi berbasis biometrik ataupun pola perilaku. Sistem enkripsi konvensional akan menjadi rentan di era komputer kuantum, sementara ancaman baru bermunculan seperti adversarial AI.

Profesi keamanan siber di masa mendatang akan membutuhkan kompetensi baru, mencakup keamanan AI, kriptografi kuantum, etika AI, hingga keamanan antarmuka otak-komputer. Terlepas dari apakah prediksi ini tepat atau tidak, tahun 2040 tampaknya akan menjadi titik perubahan besar dalam hubungan manusia dengan teknologi.

Pengalaman berkomputasi akan menjadi lebih cepat, lebih personal, dan lebih terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari dibanding yang pernah ada sebelumnya, tetapi juga menghadirkan tantangan baru terkait privasi, etika, dan keamanan digital. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN