Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Motif Peretasan Baru yang Menyasar Pengguna iPhone

Mistar.idKamis, 19 Maret 2026 pukul 09.50 WIB
motif_peretasan_baru_yang_menyasar_pengguna_iphone

Ilustrasi. (Foto: Express)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Google bersama perusahaan keamanan siber Lookout dan iVerify mengungkap metode peretasan baru yang menyasar jutaan pengguna iPhone. Serangan ini tidak menggunakan aplikasi berbahaya, melainkan cukup dengan membuka situs web tertentu di perangkat.

Teknik tersebut memanfaatkan spyware bernama DarkSword yang menargetkan iPhone dengan sistem operasi iOS 18. Malware ini mampu mencuri berbagai data sensitif, mulai dari log panggilan, riwayat penelusuran, informasi kartu SIM, hingga foto, kontak, dan tangkapan layar.

Selain itu, data dari layanan seperti iMessage, email, WhatsApp, Telegram, bahkan kredensial dompet kripto juga berpotensi diambil. Namun, spyware ini tidak dirancang untuk memata-matai dalam jangka panjang.

“Setelah selesai mengumpulkan data yang ditargetkan, spyware ini akan menghapus seluruh file yang dibuat di sistem dan menghilang,” tulis Lookout dalam laporannya, Kamis (19/3/2026).

“Keberadaannya di perangkat kemungkinan hanya berlangsung beberapa menit, tergantung jumlah data yang dicuri.”

Serangan bermula saat pengguna membuka halaman web yang mengandung iframe berbahaya. Dari situ, spyware menyusup ke sistem, mengumpulkan data, lalu menghapus jejaknya sendiri. Setelah perangkat di-restart, infeksi menjadi sulit dideteksi karena seluruh bukti telah hilang.

Spyware ini dilaporkan telah digunakan untuk menyerang pengguna iPhone di beberapa negara, seperti Ukraina, Arab Saudi, Malaysia, Turki, dan Rusia.

Asal-usul DarkSword diduga berkaitan dengan toolkit lain bernama Coruna yang disebut-sebut dikembangkan untuk pemerintah Amerika Serikat oleh perusahaan Trenchant. Toolkit tersebut sebelumnya menargetkan perangkat iOS versi lama, yakni iOS 13 hingga iOS 17.

Apple sendiri telah menutup celah keamanan yang dimanfaatkan melalui pembaruan iOS 26. Namun, belum semua pengguna melakukan pembaruan tersebut.

Spyware DarkSword diketahui menyasar perangkat dengan iOS versi 18.4 hingga 18.6.2. Berdasarkan data adopsi, masih sekitar 25% pengguna iPhone yang menggunakan iOS 18, sehingga jutaan perangkat masih berisiko terkena serangan ini. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN