Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Indonesia Mulai Kembangkan Teknologi 6G

Mistar.idSenin, 6 April 2026 pukul 09.43 WIB
indonesia_mulai_kembangkan_teknologi_6g

Ilustrasi Teknologi 6G. (Foto: Telkom)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Indonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G melalui berbagai riset, salah satunya dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokus pengembangan ini tidak hanya pada peningkatan kecepatan jaringan, tetapi juga inovasi perangkat, terutama antena sebagai komponen penting dalam sistem komunikasi.

Peneliti PRT BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, mengatakan bahwa salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer.

“Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer, untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang,” ujarnya, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam sistem komunikasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, hingga jaringan pencatu. Hal ini membuat pengembangannya menjadi lebih kompleks karena merupakan bagian dari rekayasa sistem secara menyeluruh.

Yohanes juga menegaskan bahwa riset 6G merupakan upaya jangka panjang yang harus dipersiapkan sejak dini, meskipun teknologi 5G saat ini masih terus berkembang.

“Saat ini, 5G memang masih dalam tahap pengembangan, tetapi riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Jadi, ketika 6G benar-benar diimplementasikan, kita tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan peningkatan kecepatan, latensi, dan performa yang sesuai dengan spesifikasi.”

Dalam pengembangan ini, antena tetap menjadi komponen krusial karena berfungsi sebagai jalur utama keluar masuknya sinyal.

“Kami di kelompok riset antena hanya menangani sebagian kecil dari sistem 6G, yaitu antena sebagai komponen pasifnya. Namun, antena tetap menjadi komponen yang sangat penting karena menjadi pintu utama keluar-masuknya sinyal,” tuturnya.

Berbagai desain antena mikrostrip pun dikembangkan dengan karakteristik berbeda, mulai dari yang berfokus pada peningkatan gain dan pola radiasi hingga yang menitikberatkan pada bandwidth. Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian desain sesuai kebutuhan aplikasi.

Sementara itu, Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, menilai sektor telekomunikasi akan terus berkembang pesat dan membutuhkan banyak talenta baru.

“Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang, karena riset 6G akan terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta,” ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN