Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Data Satelit Landsat Sumbang 25,6 Miliar Dolar AS, NASA Luncurkan Fitur Interaktif Baru

Mistar.idSabtu, 25 April 2026 pukul 08.49 WIB
data_satelit_landsat_sumbang_256_miliar_dolar_as_nasa_luncurkan_fitur_interaktif_baru

Data Satelit Landsat Sumbang 25,6 Miliar Dolar AS, NASA Luncurkan Fitur Interaktif Baru

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemanfaatan data satelit dari program Landsat yang dikelola NASA bersama USGS memberikan dampak ekonomi global yang besar. Pada 2023, kontribusinya tercatat mencapai 25,6 miliar dolar AS, terutama dari pemanfaatan data terbuka untuk berbagai kebutuhan publik.

Nilai tersebut diumumkan bertepatan dengan peluncuran fitur digital interaktif bertajuk Your Name In Landsat pada Jumat, 24 April 2026. Inovasi ini memungkinkan pengguna internet menyusun nama atau kata menggunakan potongan citra satelit yang membentuk huruf dari kenampakan alam seperti sungai, gurun, hingga pegunungan.

Program Landsat sendiri dikenal sebagai misi pengamatan daratan Bumi berbasis satelit yang paling lama berjalan, dimulai sejak 1972. Data yang dihasilkan menjadi rujukan penting dalam memantau perubahan lingkungan secara global, termasuk dampak pemanasan bumi dan dinamika ekosistem.

Selain nilai ekonominya, arsip citra Landsat juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap lingkungan, termasuk dalam momentum Hari Bumi. Melalui fitur interaktif tersebut, masyarakat diajak melihat langsung keunikan bentang alam sekaligus memahami pentingnya pelestarian lingkungan.

Dalam pernyataan resminya, NASA menegaskan bahwa data Landsat berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan. Informasi ini digunakan oleh peneliti, pemerintah, hingga sektor swasta di berbagai negara.

Saat ini, satelit Landsat 8 dan Landsat 9 masih aktif mengumpulkan gambar permukaan Bumi. Data tersebut melengkapi arsip panjang yang memungkinkan analisis perubahan kondisi daratan dari waktu ke waktu.

Melalui kolaborasi jangka panjang antara NASA dan USGS, program ini terus menyediakan basis data historis yang mendukung penelitian ilmiah sekaligus perumusan kebijakan berbasis lingkungan di tingkat global.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN