Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Sekolah di Deli Serdang Kembali Tatap Muka, Orang Tua Lega PJJ Berakhir

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 13.41 WIB
sekolah_di_deli_serdang_kembali_tatap_muka_orang_tua_lega_pjj_berakhir_

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. (Foto: Sembiring/Mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID (21/10/2026) – Seluruh sekolah di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Deli Serdang kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (21/10/2026).

Sebelumnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan pada 16 hingga 21 Oktober 2026 akibat kondisi asap, sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Sejumlah orang tua murid menyambut positif kembalinya kegiatan belajar di sekolah. Mereka berharap kebijakan PJJ tidak kembali diperpanjang karena selama pembelajaran dari rumah, mereka harus meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua kesulitan mencari nafkah karena harus mendampingi anak mengikuti kegiatan belajar secara daring.

Yuni, warga Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mengaku harus menyediakan tiga unit telepon seluler untuk ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Selain menyiapkan perangkat untuk belajar, perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu juga terpaksa berhenti sementara dari pekerjaannya selama PJJ berlangsung.

Ia mengatakan, setiap anak membutuhkan pendampingan selama mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan jika harus tetap bekerja seperti biasa.

“Setiap mengikuti mata pelajaran, anak saya harus difoto. Tidak mungkin satu handphone untuk satu anak, harus ada tiga handphone. Anak-anak perlu didampingi hingga waktunya jam pulang sekolah. Otomatis saya libur bekerja. Saya juga tidak paham dengan cara PJJ,” ujar Yuni, Rabu (21/10/2026).

Selain kehilangan waktu bekerja, pelaksanaan PJJ juga menambah pengeluaran sebagian keluarga. Ada pula orang tua yang terpaksa memanggil guru privat untuk mendampingi anak-anak mereka selama belajar dari rumah.

Kesulitan serupa dialami Bajuri, siswa kelas VI SD negeri yang tinggal bersama neneknya di Kecamatan Beringin. Kedua orang tuanya telah bercerai, sementara dirinya dan sang nenek tidak memiliki telepon seluler berbasis Android untuk mengikuti pembelajaran daring.

“Kami tidak ada handphone. Untungnya dikasih pinjam oleh tetangga,” kata Bajuri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Samsuar Sinaga, mengatakan guru seharusnya memberikan tugas yang dapat dikerjakan siswa di rumah selama PJJ, tanpa mempersulit mereka.

Menurutnya, pemberian tugas perlu mempertimbangkan kondisi dan kemampuan siswa agar proses pembelajaran jarak jauh tetap dapat berjalan dengan baik. (Sembiring)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN