Monday, June 8, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

SD Santo Yoseph 1 Medan Konsisten Ukir Prestasi hingga Internasional di Usia 103 Tahun

Mistar.idRabu, 22 April 2026 10.43
AN
SH
sd_santo_yoseph_1_medan_konsisten_ukir_prestasi_hingga_internasional_di_usia_103_tahun

Para siswa SD Swasta Santo Yoseph 1 Medan saat menampilkan tarian pada kegiatan gebyar talenta. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Berdiri sejak 1923, SD Swasta Santo Yoseph 1 Medan menunjukkan konsistensinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya bertahan lebih dari satu abad, tetapi juga terus menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.

Dalam perjalanan 103 tahun berdiri, sekolah ini telah mencatatkan capaian di berbagai bidang, termasuk paduan suara di Malaysia dan Bandung pada 2023-2024 lalu. Pada 2025, salah seorang siswa juga berhasil meraih medali perak untuk kategori lomba solo vokal dalam ajang The 5th Ken Steven International Choral Festival.

Dalam bidang olahraga, sekolah ini juga mampu bersaing. Pada kejuaraan renang tingkat Sumatera Utara, siswa kelas 2 meraih juara 1 dan juara 3 untuk dua kategori lomba yang berbeda. Selain itu, salah seorang siswa kelas 5 juga berhasil meraih juara 2 pada kejuaraan daerah Institut Karate-Do Indonesia 2026, serta berbagai prestasi lainnya seperti olimpiade sains.

Kepala sekolah, Agustinus Hot Purba, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, tidak hanya di bidang akademik. Menurutnya, pembinaan bakat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.

“Selama ini kami berupaya memberi ruang bagi anak-anak untuk berkembang, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kreativitas,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (22/4/2026).

Komitmen itu juga diterapkan dalam kegiatan gebyar talenta yang digelar belum lama ini. Sebanyak 468 siswa dari kelas satu hingga enam terlibat menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari puisi, balet, vokal solo, piano klasik, band, hingga drama musikal Asal-usul Danau Toba.

Ketua panitia gebyar talenta, Regussel Situmorang, mengatakan bahwa melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran.

“Jadi bukan sekadar ajang pentas, tetapi juga menjadi wadah mereka untuk mengasah potensi dan keberanian tampil di atas panggung,” tuturnya.

Selain itu, sekolah juga meluncurkan unit marching band sebagai upaya memperluas pengembangan minat dan bakat siswa. Penampilan perdana unit tersebut disebut mendapat respons positif dari para undangan.

Dukungan juga datang dari komite sekolah dan yayasan yang menaungi. Mereka menilai kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan potensi siswa secara optimal. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN