Suara PSI Naik Drastis dan Jadi Sorotan, Dinilai Tak Lazim


suara psi naik drastis dan jadi sorotan dinilai tak lazim
Jakarta, MISTAR.ID
Raihan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kurun waktu satu minggu ini menjadi sorotan karena naik secara drastis. Bahkan kenaikan melampaui penambahan suara dari PDIP.
Ledakan suara partai yang dipimpin anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep tersebut tampak dalam hasil penghitungan surat suara atau real count sementara yang dilakukan KPU menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
Hasil real count terhadap data pada Senin (26/2/24) pda pukul 06.00 WIB, dari 530.776 tempat pemungutan suara (TPS), menunjukkan, bahwa PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Sedangkan PDIP memperoleh 12.321.991 suara (16,52 persen).
Baca juga: PDIP dan PKS Surati KPU Desak Hentikan Sirekap Pemilu
Sedangkan data pada Sabtu (2/3/24) sekitar pukul 19.00 WIB pada web pemilu2024.kpu.go.id, yang masuk sudah mencapai 541475 dari 823236 TPS (65.77 persen).
Sementara perolehan suara calon DPR RI dari PSI sudah mencapai 2.402.639 (3,13 persen). Sementara untuk PDIP memperoleh 12.588.309 suara (16,4 persen)
Berdasarkan data itu PSI tampak mendapatkan tambahan naik drastis. Sedangkan PDIP tidak begitu banyak. PSI satu-satunya partai yang memperoleh suara dengan lonjakan cukup besar
Melihat pertambahan suara PSI, Komisioner KPU RI Mochammad Afifuddin tidak mau berkomentar panjang. Dia hanya menyebutkan bahwa raihan suara resmi mengacu kepada hasil rekapitulasi manual secara berjenjang.
Baca juga:Koalisi Pemilu Bersih Temukan Penggelembungan Data Sirekap
“Pokoknya, biar rekapitulasi berjenjang saja yang bicara (soal) angka-angka,” kata Afif saat berada di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2024).
Afif juga tidak mau menjawab saat diminta tanggapannya ihwal munculnya isu bahwa PSI melakukan dugaan penggelembungan suara.
Tepisah, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengkau heran mengetahui ledakan suara yang diperoleh PSI.
Menurutnya, hasil hitung cepat (quick count) yang telah dilakukan lembaganya menunjukkan bahwa raihan suara PSI hanya sekitar 2,81 persen.
Profesor Ilmu Politik UIN Jakarta tersebut mengatakan, lonjakan suara PSI di Sirekap itu bukan hal yang normal. Pasalnya, data masuk sudah dari 64,75 persen dari total TPS. Dengan data masuk yang sudah besar, perubahan raihan suara seharusnya tak lagi signifikan.
“Sementara perolehan suara PSI ‘meledak’ hanya dlm beberapa hari terakhir saja. Biasanya kalau data masuk di Sirekap sudah besar dan proporsional, suara partai-partai tidak akan sedinamis ini,” kata Burhanuddin lewat akun X-nya yang telah terverifikasi, Sabtu. (repbulika/hm17)
PREVIOUS ARTICLE
Perhitungan Perolehan Suara Tingkat Kota Padangsidimpuan Ditutup