Tumsila Berpulang di Usia 79 Tahun, Sempat Duduk dan Berbicara hingga Pagi

Anak ketiga Tumsila, Denny, saat ditemui di rumah duka. (foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Legenda PSMS Medan Tumsila berpulang di usia 79 tahun setelah lebih dari setahun berjuang melawan penyakit. Sebelum meninggal dunia pada Kamis (8/10/2026) pagi, Tumsila masih sempat duduk dan berbincang dengan keluarganya di rumah.
Anak ketiga Tumsila, Denny, mengatakan kondisi sang ayah memang telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Tumsila bahkan lebih banyak terbaring di tempat tidur setelah sekitar satu setengah tahun berjuang melawan penyakit.
"Sebelumnya kondisi beliau memang sudah sakit-sakitan. Sudah sakit satu tahun setengah tapi dropnya sekitar tiga bulanan ini terbaring di tempat tidur, beliau ada kanker prostat," ujar Denny kepada Mistar di rumah duka, Jalan Mongonsidi, Medan, Kamis siang.
Meski kondisi kesehatannya menurun, tidak ada tanda khusus sebelum Tumsila berpulang. Pada pagi hari, ayahnya masih memiliki semangat untuk duduk dan berbicara dengan keluarga.
"Dia masih ada semangat, masih bisa duduk, ngomong sampai tadi pagi jam 08.45 [WIB]. Meninggalnya di rumah ini, beliau pulang dengan tenang, gak susah, tiba-tiba saja gitu kayak tidur saja, jadi kami terkejut," ucapnya.
Denny mengaku tidak memiliki firasat sebelum kepergian ayahnya. Namun, ia mengatakan keluarga telah ikhlas setelah melihat perjuangan Tumsila menghadapi penyakitnya.
"Saya sebagai anak kalau firasat gak ya, tapi saya juga sudah ikhlas karena melihat berjuang dengan sakitnya. Kita juga sudah semaksimal mungkin, memberikan pengobatan yang layak," ujar Denny.
Bagi keluarga, Tumsila merupakan sosok ayah yang bertanggung jawab dan menjadi panutan bagi keempat anaknya. Hubungannya dengan rekan-rekan semasa berkarier di sepak bola juga tetap terjaga hingga akhir hayatnya.
"Beliau kalau di keluarga ayah yang bertanggungjawab, sosok panutan bagi kami anak-anaknya. Pergaulan beliau juga sangat bagus, ke rekan-rekan sepakbolanya juga masih dekat dengan dia. Bahkan saat-saat terakhirnya rekan-rekannya masih sempat menjenguk," tutur Denny.
Tumsila meninggalkan empat anak dan empat cucu. Keempat anaknya, dua laki-laki dan dua perempuan, tidak ada yang mengikuti jejak sang ayah sebagai pesepak bola.
"Empat anaknya, dua laki dan dua perempuan. Cucu ada empat juga, tiga laki-laki dan satu perempuan. Kebetulan bapak ini membebaskan anaknya untuk mencari hidupnya, beliau ingin kami anak-anaknya berprestasi, tapi kami memang tidak ada pula yang terjun menjadi seperti dia (pesepakbola)," ucapnya.
Menurut Denny, pemakaman menunggu kedatangan salah seorang saudara kandungnya yang masih berada di luar kota.
Jenazah Tumsila direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Jalan Sei Batu Gingging, Medan, Jumat (9/10/2026) pagi. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Legenda PSMS Medan Tumsila Meninggal Dunia

















































