Saturday, October 17, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Rumah Antony Dibobol Maling saat Bela Real Betis

Mistar.idSabtu, 17 Oktober 2026 pukul 10.09 WIB
rumah_antony_dibobol_maling_saat_bela_real_betis_

Antony dengan seragam Real Betis. (Foto: Getty Images/Mistar)

Sevilla, MISTAR.ID - Kabar buruk menimpa pemain Real Betis, Antony. Saat dirinya berjuang di lapangan dalam pertandingan Liga Champions, rumahnya justru menjadi sasaran pencurian.

Real Betis menghadapi Porto pada matchday kedua Liga Champions, Kamis (15/10/2026). Dalam pertandingan tersebut, tim berjuluk Los Verdiblancos itu berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2.

Antony dipercaya tampil sejak menit awal. Pemain asal Brasil tersebut turut berkontribusi dengan memberikan assist untuk gol kedua Real Betis yang dicetak Cucho Hernandez.

Namun, di balik kemenangan itu, Antony mendapat kabar bahwa rumahnya telah dibobol maling ketika pertandingan berlangsung.

Mantan pemain Manchester United tersebut mengaku kecewa dan marah atas kejadian yang menimpa keluarganya. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rasa takut dan ketidaknyamanan yang dialami orang-orang terdekatnya.

Melalui unggahan InstaStory, Antony mencurahkan perasaannya setelah insiden tersebut. Pernyataannya dikutip oleh Manchester Evening News.

"Hari ini, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang membuat saya sangat sedih dan marah. Apa yang seharusnya menjadi malam yang indah berakhir dengan kemarahan dan frustrasi. Rumah saya kemalingan," tulis Antony.

Ia mengaku sulit menerima kenyataan bahwa tempat tinggal yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarganya justru dimasuki oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Sulit untuk menggambarkan perasaan rumah Anda dibobol. Segala sesuatu yang telah kami perjuangkan dengan susah payah dan curahkan segenap hati kami untuk mendapatkannya telah direbut oleh seseorang yang tidak tahu betapa beratnya perjuangan yang telah kami lalui untuk mendapatkannya," katanya.

Bagi Antony, kerugian akibat pencurian tersebut bukan sekadar persoalan kehilangan barang berharga. Ia juga merasa terpukul karena keluarganya harus menghadapi situasi yang menghilangkan rasa aman di rumah sendiri.

"Hal yang paling membuat marah bukanlah hanya kehilangan harta benda, tetapi juga kehilangan rasa aman di tempat di mana seharusnya kami merasa paling terlindungi, dan melihat kegelisahan di mata keluarga saya. Namun setelah semua ini, satu hal membuat saya semakin yakin: di dunia ini, tidak ada harta benda yang lebih berharga daripada nyawa dan keselamatan keluarga saya," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN