Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Real Madrid, Sevilla Singgung Barcelona

Pemain kedua tim terlibat adu argumen dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid dan Sevilla di Madrid, Spanyol, Minggu (18/10/2026). (foto: AP/Manu Fernandez)
Madrid, MISTAR.ID - Real Madrid mengalahkan Sevilla dengan skor 4-1 dalam lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Namun, kemenangan tersebut diwarnai kontroversi dan protes dari protes dari kubu Sevilla karena keputusan VAR yang tidak memberikan kartu merah untuk Arda Guler.
Insiden terjadi ketika Guler diduga menyikut wajah pemain Sevilla, Peque Fernandez, saat berusaha melepaskan diri dari penjagaan. Wasit melakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), tetapi tidak memberikan kartu merah kepada gelandang asal Turki tersebut.
Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, mempertanyakan keputusan itu, terutama karena insiden terjadi ketika skor masih imbang 0-0.
“Mengapa VAR tidak memanggil wasit?” kata Garcia Plaza.
Ia juga menyinggung persaingan Real Madrid dengan Barcelona menjelang El Clasico pekan depan.
“Mungkin karena mereka tidak ingin masuk ke El Clasico dengan tertinggal sembilan poin,” ujarnya.
Kontroversi tersebut semakin menjadi sorotan karena Guler kemudian mencetak gol pembuka Real Madrid pada menit ke-30. Gol itu mengawali kemenangan Los Blancos yang dilengkapi dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Yan Diomande. Sevilla hanya mampu membalas melalui Manu Bueno.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, membela Guler dan mengaku belum melihat bukti visual yang cukup jelas untuk memastikan bahwa pemainnya layak diganjar kartu merah.
“Saya tidak memahami obsesi terhadap kemungkinan kartu merah untuk Guler,” kata Mourinho.
Ia menegaskan tidak akan keberatan mengakui apabila keputusan wasit benar-benar menguntungkan timnya. Namun, ia menilai belum ada bukti yang meyakinkan dalam insiden tersebut.
Mourinho juga menyatakan bersedia memberikan tanggapan jika memperoleh rekaman yang jelas dan objektif sebelum pertandingan berikutnya.
Kontroversi perwasitan ini menambah panjang perselisihan Real Madrid dengan presiden La Liga, Javier Tebas. Sebelum pertandingan melawan Sevilla, klub tersebut kembali menuntut Tebas mengundurkan diri setelah ia mengkritik cara kanal televisi resmi Madrid menyoroti keputusan-keputusan wasit.
Tebas sebelumnya membandingkan upaya Real Madrid mendiskreditkan wasit dengan teknik propaganda rezim Nazi Jerman. Pernyataan tersebut memperuncing ketegangan antara kedua pihak.
Suporter Real Madrid juga menyuarakan tuntutan agar Tebas mundur saat pertandingan melawan Sevilla. Tebas kemudian kembali mengkritik Madrid melalui media sosial.
Kemenangan atas Sevilla membuat Real Madrid tetap tertinggal enam poin dari Barcelona yang memimpin klasemen Liga Spanyol. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Los Blancos menjelang El Clasico pekan depan, ketika kedua rival akan berhadapan dalam pertandingan yang berpotensi memengaruhi persaingan gelar.
PREVIOUS ARTICLE
PSG vs Barcelona: Uji Konsistensi Duo RaksasaBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































