Friday, October 9, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Pemain Timnas Laos Dikabarkan Ditangkap atas Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 08.11 WIB
pemain_timnas_laos_dikabarkan_ditangkap_atas_dugaan_pengaturan_skor_piala_aff_2026

Piala AFF 2026. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Kasus dugaan pengaturan skor atau match fixing mencuat di sepak bola Laos. Salah satu pemain Timnas Laos, Luenthala, dilaporkan ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam praktik tersebut selama Piala AFF 2026.

Mengutip laporan The Guardian, penangkapan Luenthala dilakukan setelah sejumlah rekan setimnya menjalani pemeriksaan terkait dugaan manipulasi pertandingan seusai turnamen.

Timnas Laos sendiri mencatatkan hasil buruk sepanjang kompetisi. Mereka menelan empat kekalahan beruntun, yakni 0-5 dari Thailand, 0-4 saat menghadapi Malaysia, 1-4 melawan Filipina, serta 2-7 ketika berjumpa Myanmar.

Dugaan praktik pengaturan skor tersebut kabarnya telah dilaporkan oleh pihak Laos kepada otoritas terkait pada 7 Agustus, setelah turnamen berakhir. Luenthala diduga berperan mengarahkan rekan-rekannya sekaligus menjadi penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat.

Meski demikian, kabar penangkapan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Federasi Sepak Bola Laos (LFF). Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga dilaporkan belum memberikan pernyataan mengenai kasus ini.

Persoalan pengaturan skor bukan kali pertama mencoreng sepak bola Laos. Pada 2020, penjaga gawang Laos, Thipphonexay Inthavongsa, dijatuhi sanksi larangan beraktivitas seumur hidup di sepak bola setelah terbukti terlibat dalam pengaturan pertandingan melawan Hong Kong pada 2017.

Sumber yang dekat dengan Timnas Laos menilai kondisi ekonomi pemain menjadi salah satu faktor yang membuat praktik ilegal tersebut rentan terjadi. Menurut sumber itu, pemain hanya menerima bayaran sekitar 10 dolar AS per hari ketika memperkuat tim nasional.

Sebaliknya, keuntungan dari pengaturan skor disebut jauh lebih besar. Salah seorang pemain bahkan dikabarkan mengaku menerima bayaran hingga 10.000 dolar AS untuk setiap pertandingan yang diaturnya.

Situasi tersebut dinilai turut menghambat perkembangan sepak bola Laos. Sejumlah pemain berpengalaman dilaporkan tersingkir, sementara posisi mereka digantikan oleh pemain-pemain muda.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN