Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

MU Dibantai Como 4-1, Bruno Fernandes Kritik Taktik Michael Carrick

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 14.34 WIB
mu_dibantai_como_41_bruno_fernandes_kritik_taktik_michael_carrick_

Bruno Fernandes. (foto: AFP/Getty Images via Daily Mail)

Como, MISTAR.ID - Kapten Manchester United (MU), Bruno Fernandes, mempertanyakan pendekatan taktik Michael Carrick setelah timnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Setan Merah sekaligus memicu sorotan terhadap strategi permainan dan performa tim.

Fernandes menilai Manchester United terlalu pasif dalam menghadapi permainan Como. Menurutnya, MU seharusnya lebih berani melakukan tekanan tinggi untuk mengganggu aliran bola lawan, bukan memberikan ruang bagi pemain Como untuk mengembangkan permainan.

“Keputusan staf (pelatih) untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu dan terkadang membiarkan ruang di belakang, lalu menunggu mereka menguasai bola, merupakan pilihan taktik. Namun, ketika memberikan terlalu banyak ruang kepada tim seperti ini, mereka akan semakin percaya diri,” ujar Fernandes.

Saat ditanya apakah Carrick melakukan kesalahan dalam menentukan taktik, Fernandes menyerahkan penilaian tersebut kepada sang pelatih dan stafnya.

“Itu urusan manajer dan staf untuk menjawabnya, bukan saya,” katanya.

Meski demikian, Fernandes menegaskan bahwa MU perlu mengambil risiko lebih besar dengan menerapkan pressing tinggi. Ia mencontohkan bagaimana bek tengah Como berani mendekatinya hingga ke wilayah pertahanan MU.

Fernandes menilai, pendekatan tersebut seharusnya dapat diterapkan secara kolektif oleh para pemain United agar lawan kesulitan membangun serangan.

Kekalahan dari Como juga memperlihatkan persoalan yang kembali berulang bagi Manchester United, yakni buruknya antisipasi pada awal pertandingan.

Setelah kebobolan dari Atletico Madrid hanya 50 detik setelah laga dimulai pada pekan sebelumnya, MU kembali tertinggal dalam waktu kurang dari dua menit saat menghadapi Como. Bintang Como, Nico Paz, membuka keunggulan sebelum kemudian mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut.

Fernandes mengakui bahwa timnya kembali memulai pertandingan dengan buruk. Ia menyoroti minimnya tekanan terhadap pemain lawan yang menguasai bola serta kurangnya pergerakan efektif ketika United membangun serangan.

Menurutnya, kebobolan terlalu cepat turut memengaruhi kepercayaan diri tim dan membuat para pemain kesulitan mengubah jalannya pertandingan.

“Ketika kebobolan lebih awal, kami memasuki pertandingan dengan suasana seolah-olah sudah kalah. Sulit untuk keluar dari situasi itu, mencoba bermain berani, menguasai bola, dan menciptakan sesuatu,” ujarnya.

Fernandes memperingatkan bahwa Manchester United akan semakin kesulitan memperbaiki keadaan apabila tidak mampu menguasai bola dan mengambil inisiatif permainan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN