Menit 120+2! Lanús Bungkam Flamengo di Maracanã dan Rebut Recopa 2026

Ilustrasi, Lanús Bungkam Flamengo di Maracanã dan Rebut Recopa 2026. (foto:fotmob/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Final Recopa Sudamericana 2026 menghadirkan drama yang akan lama dikenang publik Amerika Selatan. Bertanding di Estadio Jornalista Mário Filho (Maracanã), Jumat (27/2/2026), Flamengo harus menelan pil pahit setelah takluk 2–3 dari Lanús lewat babak tambahan waktu.
Gol Dylan Aquino pada menit 120+2 memastikan kemenangan tim tamu sekaligus mengunci agregat 4–2 untuk Lanús. Di tengah dominasi statistik Flamengo, justru efektivitas dan mentalitas baja wakil Argentina yang berbicara.
Flamengo Dominan, Lanús Efisien
Sejak awal laga, Flamengo langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan penuh puluhan ribu suporter di Maracanã membuat tuan rumah tampil agresif dan percaya diri.
Namun justru Lanús yang lebih dulu memukul. Menit ke-29, Rodrigo Castillo memanfaatkan celah pertahanan dan membawa tim tamu unggul 0–1.
Flamengo merespons delapan menit kemudian. Giorgian De Arrascaeta mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-37 untuk menyamakan skor 1–1. Hingga turun minum, agregat masih menguntungkan Lanús 2–1.
Secara statistik, Flamengo tampil sangat dominan:
- 77 persen penguasaan bola
- 20 total tembakan
- 7 tembakan tepat sasaran
- 4 peluang emas tercipta
Namun dominasi tak selalu identik dengan kemenangan.
Penalti Jorginho dan Asa yang Bangkit
Babak kedua berjalan lebih intens. Flamengo terus menekan, memaksa lini belakang Lanús bekerja ekstra keras.
Tekanan itu berbuah penalti kedua pada menit ke-85. Jorginho yang masuk sebagai pemain pengganti menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor berubah menjadi 2–1 dan agregat imbang 2–2.
Maracanã bergemuruh. Momentum sepenuhnya milik Flamengo. Namun tak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Laga pun dilanjutkan ke babak tambahan.
Dua Menit yang Mengubah Segalanya
Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Lanús menunjukkan karakter juara.
Menit ke-118, José María Canale mencetak gol penyeimbang 2–2 melalui skema bola mati. Stadion yang sebelumnya bergemuruh mendadak sunyi.
Flamengo belum sepenuhnya bangkit dari pukulan tersebut ketika bencana kedua datang.
Pada menit 120+2, Dylan Aquino melesakkan gol kemenangan lewat serangan cepat. Skor menjadi 3–2 untuk Lanús.
Wasit meniup peluit panjang tak lama kemudian. Agregat akhir 4–2 untuk Lanús. Final berakhir dramatis.
Analisis: Mengapa Flamengo Gagal?
Kekalahan ini menjadi pelajaran pahit bagi Flamengo. Beberapa faktor kunci terlihat jelas:
1. Kurang klinis di depan gawang
Meski menciptakan banyak peluang, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
2. Konsentrasi di menit krusial
Dua gol di penghujung extra time menunjukkan celah fokus yang fatal.
3. Ketergantungan pada build-up lambat
Lanús sukses mematahkan ritme permainan dengan blok rendah dan serangan balik cepat.
Sebaliknya, Lanús tampil disiplin dan sabar. Mereka menunggu momen, dan ketika kesempatan datang, eksekusi dilakukan tanpa ragu.
Mentalitas Juara di Tengah Tekanan Maracanã
Menang di Maracanã bukan perkara mudah. Atmosfer stadion legendaris itu dikenal intimidatif bagi tim tamu. Namun Lanús membuktikan ketenangan dan determinasi bisa mengalahkan tekanan puluhan ribu suporter.
Gol di menit 120+2 menjadi simbol ketangguhan mental tim asuhan Mauricio Pellegrino.
Recopa Sudamericana 2026 pun resmi menjadi milik Lanús — bukan karena mereka mendominasi permainan, tetapi karena mereka memaksimalkan momen.
Kesimpulan: Final Recopa Sudamericana 2026 menghadirkan semua elemen klasik sepak bola Amerika Selatan: intensitas, drama, tekanan, dan klimaks tak terduga.
Flamengo boleh unggul statistik. Namun Lanús unggul dalam hal yang paling menentukan — efektivitas dan mentalitas.
Dan di sepak bola, itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi juara.
(fotmob/ai/hm27)























