Liga Champions 2026/27: 4 Klub Penantang yang Siap Bikin Kejutan, Bayern hingga Liverpool Jadi Ujian

Liga Champions 2026/27: 4 Klub Penantang yang Siap Bikin Kejutan. (foto ilustrasi:chaseyoursport/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (13/10/2026) — Liga Champions 2026/27 bukan hanya panggung klub-klub raksasa Eropa. Como 1907, Viking FK, Sabah FK, dan LASK membawa ambisi berbeda untuk mencuri perhatian. Dengan proyek ambisius, kebangkitan tak terduga, hingga strategi bertahan menghadapi lawan elite, keempat klub ini berpotensi menghadirkan kejutan di fase liga.
Como 1907: Proyek Ambisius Cesc Fàbregas
Como 1907 menjadi salah satu kisah transformasi paling menarik di sepak bola Italia. Setelah kembali ke Serie A pada 2024, klub ini berkembang melalui investasi, perekrutan pemain, dan proyek jangka panjang di bawah Cesc Fàbregas.
Como mengandalkan possession football, sirkulasi bola, dan build-up play dari lini belakang. Gelandang kreatif Nico Paz menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan karena kemampuannya menemukan ruang antarlini dan menciptakan peluang.
Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada pertandingan pembuka kompetisi Eropa musim ini memperlihatkan potensi Como. Namun, konsistensi menghadapi high pressing, efektivitas counter-pressing, dan kedalaman skuad tetap menjadi ujian utama.
Sorotan: Como berpeluang menjadi kuda hitam jika mampu mempertahankan identitas permainan tanpa mengorbankan keseimbangan pertahanan.
Viking FK: Kuda Hitam Norwegia Tantang Bayern Munich
Viking FK membawa cerita kebangkitan sepak bola Norwegia ke panggung elite Eropa. Klub asal Stavanger ini berkembang melalui kesinambungan taktik dan kepemimpinan bersama Morten Jensen serta Bjarte Lunde Aarsheim.
Model kepelatihan kolaboratif tersebut membantu Viking membangun identitas kolektif. Ketika menghadapi lawan yang lebih kuat, organisasi pertahanan, transisi cepat, dan efektivitas dalam memanfaatkan ruang menjadi modal penting.
Duel kandang melawan Bayern Munich pada 13 Oktober 2026 menjadi ujian besar. Bayern unggul dalam pengalaman dan kedalaman skuad, tetapi Viking memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Lyse Arena, yang menggunakan rumput sintetis, juga menghadirkan kondisi berbeda bagi tim tamu. Meski bukan jaminan kemenangan, adaptasi terhadap permukaan lapangan dapat memengaruhi tempo permainan dan kontrol bola.
Sorotan: Viking harus disiplin menjaga jarak antarlini, memaksimalkan bola kedua, dan menghindari kehilangan bola di area berbahaya jika ingin mengejutkan Bayern.
Sabah FK: Debutan Azerbaijan dengan Mentalitas Pantang Menyerah
Sabah FK menghadirkan salah satu kisah paling dramatis dalam perjalanan menuju Liga Champions 2026/27. Berdiri pada 2017, klub asal Azerbaijan ini berkembang pesat dan menembus fase liga setelah melewati kualifikasi yang menegangkan.
Di bawah Valdas Dambrauskas, Sabah membangun tim yang mampu bersaing dalam pertandingan bertekanan tinggi. Perjalanan mereka menunjukkan pentingnya ketahanan mental, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan menjaga fokus hingga menit terakhir.
Namun, debut di level elite langsung memperlihatkan tantangan besar. Kekalahan 0-4 dari Manchester United pada laga pembuka menjadi gambaran perbedaan kualitas yang harus mereka hadapi.
Sabah perlu memperkuat compactness pertahanan, mengurangi ruang antarlini, dan memaksimalkan peluang dari serangan balik maupun bola mati. Veljko Simić menjadi salah satu pemain yang patut dipantau berkat kontribusinya dalam fase kualifikasi.
Sorotan: Sabah tidak harus mendominasi penguasaan bola untuk mencuri poin. Disiplin taktis dan efektivitas di depan gawang dapat menjadi senjata utama mereka.
LASK: Tantangan Berat Menghadapi Liverpool
LASK dari Austria menghadapi ujian berbeda. Mereka harus membuktikan bahwa organisasi permainan dan kualitas kolektif mampu bersaing dengan klub-klub yang lebih berpengalaman di Liga Champions.
Pertandingan melawan Liverpool pada 14 Oktober 2026 menjadi tolok ukur penting. Menghadapi tim dengan intensitas pressing tinggi dan kemampuan transisi cepat, LASK harus menghindari kesalahan di area pertahanan sendiri.
Kunci permainan mereka terletak pada kemampuan melewati tekanan melalui build-up yang efektif, menjaga struktur lini tengah, dan menyerang ruang kosong di belakang bek lawan.
Kekalahan 0-1 dari AEK Athens pada laga pembuka membuat pertandingan berikutnya semakin penting. LASK perlu memperbaiki efektivitas serangan sekaligus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Sorotan: Peluang LASK terletak pada organisasi pertahanan yang rapat, transisi vertikal, dan pemanfaatan bola mati untuk menciptakan ancaman.
Empat Klub, Empat Peluang Membuat Kejutan
Como mengandalkan kreativitas dan penguasaan bola. Viking menawarkan organisasi kolektif serta adaptasi kandang. Sabah membawa momentum dan mentalitas pantang menyerah, sedangkan LASK berusaha memaksimalkan disiplin taktis untuk mengimbangi lawan elite.
Format fase liga yang mempertemukan setiap tim dengan delapan lawan berbeda membuka ruang bagi kejutan. Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh satu kemenangan besar, melainkan juga konsistensi, kedalaman skuad, dan kemampuan mengelola tekanan.
Keempat klub ini belum tentu menjadi kandidat juara. Namun, jika mampu memaksimalkan kekuatan masing-masing, mereka berpeluang mengubah status pendatang baru menjadi pesaing yang patut diperhitungkan di Liga Champions 2026/27.
(ucl/como1907/theguardian/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Galatasaray vs Barcelona: Rekor Sempurna Blaugrana Terancam, Osimhen Jadi Ancaman di Istanbul























































