Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Knicks vs 76ers 100-106: Philadelphia Rusak Pesta Juara, LeBron Curi Perhatian

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB
knicks_vs_76ers_100106_philadelphia_rusak_pesta_juara_lebron_curi_perhatian

Knicks vs 76ers 100-106: Philadelphia Rusak Pesta Juara, LeBron Curi Perhatian. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/10/2026) — Pesta juara New York Knicks berakhir pahit. Philadelphia 76ers merusak malam bersejarah di Madison Square Garden setelah menaklukkan sang juara bertahan dengan skor 106-100 pada laga pembuka NBA 2026/2027, Selasa (20/10/2026) waktu setempat atau Rabu (21/10/2026) WIB.

Di tengah kemeriahan penyerahan cincin juara dan pengibaran banner gelar NBA pertama Knicks sejak 1973, Philadelphia justru mencuri panggung. Tyrese Maxey menjadi motor kemenangan dengan 28 poin, sementara dua rekrutan anyar, LeBron James dan Jaylen Brown, memberikan kontribusi penting dalam debut mereka bersama 76ers.

Kemenangan ini bukan sekadar kejutan pembuka musim. Philadelphia sekaligus mengirim sinyal bahwa mereka siap menantang dominasi Knicks dalam persaingan papan atas Wilayah Timur (Eastern Conference).

Kuarter Ketiga Jadi Titik Balik, Knicks Gagal Pertahankan Momentum

Knicks sebenarnya tampil menjanjikan pada awal pertandingan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Jalen Brunson dan kolega mampu mengimbangi agresivitas Philadelphia hingga unggul empat poin saat turun minum (halftime).

Namun, situasi berubah drastis pada kuarter ketiga.

76ers meningkatkan intensitas permainan dan memenangkan periode tersebut dengan skor 29-18. Keunggulan 11 poin dalam satu kuarter membalikkan momentum sekaligus memberikan Philadelphia kendali pertandingan.

Memasuki kuarter keempat, Maxey dan Joel Embiid terus memberikan tekanan. Kontribusi tembakan jarak jauh Anfernee Simons serta pertahanan solid Jaylen Brown membantu Philadelphia meredam upaya kebangkitan Knicks.

Brunson menjadi pencetak angka terbanyak New York dengan 21 poin. Namun, akurasi tembakannya kurang efektif: ia hanya memasukkan enam dari 19 percobaan field goal, atau sekitar 31,6 persen.

Philadelphia akhirnya mengunci kemenangan 106-100, sekaligus menggagalkan upaya Knicks menyempurnakan malam perayaan gelar mereka.

LeBron James dan Jaylen Brown, Senjata Baru Philadelphia

Sorotan pertandingan tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga debut LeBron James dan Jaylen Brown bersama Philadelphia 76ers.

LeBron, yang memasuki musim NBA ke-24 pada usia 41 tahun, membukukan 14 poin, sembilan rebound, dan tujuh assist. Sementara Brown menyumbangkan 19 poin, delapan rebound, dan enam assist.

Meski dua bintang anyar menjadi magnet perhatian, Maxey tetap tampil sebagai pencetak poin utama Philadelphia dengan 28 angka dan lima assist.

Embiid turut memperkuat dominasi tim melalui kontribusi double-double berupa 13 poin dan 11 rebound, ditambah enam assist.

Kombinasi tersebut menunjukkan potensi kekuatan baru 76ers. LeBron menawarkan pengalaman dan kemampuan playmaking, Brown menghadirkan fleksibilitas menyerang serta bertahan, sedangkan Maxey menjadi ancaman utama melalui kecepatan dan shot creation.

Kemenangan atas juara bertahan menjadi modal awal menjanjikan. Namun, konsistensi permainan, kesehatan pemain, dan chemistry antarbintang tetap menjadi tantangan sepanjang musim reguler.

Knicks Tertekan, Misi Pertahankan Gelar Tak Akan Mudah

Bagi Knicks, kekalahan pembuka menjadi pengingat bahwa mempertahankan gelar NBA bukan perkara sederhana.

Setelah mengakhiri penantian 53 tahun melalui keberhasilan menjuarai NBA 2025/2026, New York kini menghadapi tekanan sebagai tim yang menjadi target utama para pesaingnya.

Meski demikian, satu kekalahan belum cukup untuk menyimpulkan adanya penurunan kualitas permainan Knicks.

Evaluasi lebih jauh perlu mempertimbangkan efisiensi serangan, penguasaan rebound, jumlah turnover, hingga eksekusi pada menit-menit krusial.

Dengan kerangka tim yang masih diperkuat Brunson, Karl-Anthony Towns, OG Anunoby, Mikal Bridges, dan Josh Hart, Knicks tetap memiliki modal untuk bersaing di papan atas.

Respons mereka dalam beberapa pertandingan berikutnya akan menjadi indikator penting kesiapan menjalani misi mempertahankan gelar.

Tiket Tembus US$2.168, Antusiasme NBA Melonjak

Di luar lapangan, duel Knicks vs 76ers turut mencuri perhatian melalui lonjakan harga tiket.

Menurut laporan Reuters yang mengutip TicketData.com, harga tiket masuk termurah yang tersedia untuk pertandingan tersebut sempat mencapai US$2.168 pada 20 Oktober 2026, melonjak 106 persen dalam tiga hari.

Angka fantastis itu mencerminkan tingginya permintaan terhadap pertandingan yang mempertemukan juara bertahan dengan Philadelphia versi baru.

Perayaan gelar Knicks, debut LeBron dan Brown, serta rivalitas kedua tim menjadi daya tarik utama bagi penggemar.

Fenomena ini juga memperlihatkan kekuatan bisnis NBA, ketika pertandingan musim reguler dapat memiliki nilai komersial luar biasa berkat kombinasi sejarah, rivalitas, dan popularitas pemain.

Philadelphia Kirim Peringatan untuk Eastern Conference

Kemenangan 106-100 di Madison Square Garden menjadi awal ideal bagi Philadelphia, terlebih setelah mereka disingkirkan Knicks pada semifinal Wilayah Timur musim sebelumnya.

Hasil ini sekaligus membuka babak baru rivalitas kedua tim.

Bagi 76ers, kemenangan tandang atas juara bertahan menjadi suntikan kepercayaan diri dalam membangun ambisi juara. Sebaliknya, Knicks harus segera membuktikan bahwa kekalahan pada malam pembuka hanyalah hambatan awal, bukan pertanda melemahnya kekuatan mereka.

Musim NBA 2026/2027 memang baru dimulai. Namun, Philadelphia sudah menyampaikan pesan tegas: Knicks boleh menyandang status juara bertahan, tetapi persaingan menuju gelar berikutnya dipastikan tidak akan mudah.

(nba/newyokrpost/reuters/cbssports/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN