Klasemen Real Madrid vs Sevilla: Mbappé Menggila, Madrid Tempel Barcelona Jelang El Clásico

Kylian Mbappé membawa Los Blancos mengoleksi 21 poin dan memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Barcelona, menjadi enam poin. (foto:FBL-ESP-LIGA-REAL MADRID-SEVILLA/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/10/2026) — Real Madrid menjaga persaingan gelar La Liga tetap panas setelah melibas Sevilla FC 4-1 pada pekan kesembilan di Santiago Bernabéu, Minggu (18/10/2026) malam waktu setempat atau Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Brace Kylian Mbappé membawa Los Blancos mengoleksi 21 poin dan memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Barcelona, menjadi enam poin.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Madrid menjelang El Clásico pada 25 Oktober 2026. Namun, tantangan besar menanti karena Barcelona sedang dalam performa impresif dengan sembilan kemenangan beruntun di liga.
Klasemen La Liga: Real Madrid Tempati Posisi Ketiga
Tambahan tiga poin mengangkat Real Madrid ke peringkat ketiga klasemen sementara La Liga dengan 21 poin dari sembilan pertandingan. Madrid berada satu poin di belakang Atlético Madrid dan tertinggal enam poin dari Barcelona yang mengoleksi 27 poin.
Hasil ini memperpanjang tren positif Madrid menjadi tiga kemenangan beruntun sejak jeda internasional. Meski demikian, Los Blancos masih harus menjaga konsistensi jika ingin kembali bersaing langsung dalam perebutan posisi teratas.
Sementara itu, Sevilla tertahan di peringkat keenam dengan 14 poin. Kekalahan telak di Bernabéu membuat mereka kehilangan kesempatan memperbaiki posisi di papan atas.
Mbappé Jadi Pembeda, Arda Güler Buka Keunggulan
Real Madrid membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui sepakan spektakuler Arda Güler dari luar kotak penalti. Tujuh menit kemudian, Mbappé menggandakan skor lewat aksi individu setelah menerima umpan tumit Jude Bellingham.
Penyerang asal Prancis itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63 melalui penalti bergaya Panenka yang sebelumnya ia menangkan sendiri. Gol tersebut membawa Madrid unggul 3-0 sekaligus mempertegas pengaruh Mbappé dalam permainan menyerang tim.
Sevilla sempat memperkecil ketertinggalan melalui Manu Bueno pada menit ke-80. Namun, Yan Diomande memastikan kemenangan Madrid menjadi 4-1 hanya dua menit kemudian lewat aksi individu dan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Menariknya, Madrid tetap produktif meski tampil tanpa Vinícius Júnior yang menjalani skorsing. Kontribusi Güler, Bellingham, Mbappé, dan Diomande memperlihatkan variasi serangan yang dapat menjadi modal penting untuk laga-laga berikutnya.
Sevilla Kehilangan Momentum di Bernabéu
Sevilla sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang, tetapi kesulitan mengimbangi efektivitas serangan tuan rumah. Setelah kebobolan tiga gol, mereka hanya mampu mencetak satu gol balasan sebelum Madrid kembali menjauh.
Gol Diomande yang tercipta dua menit setelah gol Bueno menjadi gambaran bagaimana Sevilla gagal mempertahankan momentum. Hasil ini sekaligus menegaskan pekerjaan rumah mereka dalam menjaga konsentrasi dan mengantisipasi serangan cepat lawan.
Dengan koleksi 14 poin, Sevilla masih berada di enam besar. Namun, mereka perlu segera bangkit agar tidak kehilangan pijakan dalam persaingan menuju papan atas.
El Clásico Jadi Ujian Besar Real Madrid
Sorotan kini beralih ke pertandingan Real Madrid kontra Barcelona pada 25 Oktober mendatang. Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Real Betis 5-2 dan mencatat sembilan kemenangan dari sembilan pertandingan liga.
Dengan 27 poin, Barcelona memimpin klasemen, sementara Madrid mengoleksi 21 poin. Kemenangan dalam El Clásico akan menjadi kesempatan bagi Madrid untuk memangkas jarak menjadi tiga poin, sedangkan kekalahan berpotensi membuat selisih melebar menjadi sembilan poin.
Ketajaman Mbappé, kreativitas Güler, dan kemampuan Madrid memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting. Di sisi lain, absennya Vinícius Júnior akibat skorsing menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan José Mourinho.
Kemenangan 4-1 atas Sevilla membuktikan bahwa Madrid memiliki daya gedor untuk terus menekan rivalnya. Namun, El Clásico akan menjadi ujian sesungguhnya untuk melihat apakah Los Blancos mampu mengubah momentum positif menjadi ancaman nyata bagi Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.
(reuters/realmadrid/laliga/*/hm27)














































