Friday, July 17, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Jean-Philippe Mateta Ukir Sejarah! Crystal Palace Juara Eropa untuk Pertama Kalinya

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 16.32 WIB
jeanphilippe_mateta_ukir_sejarah_crystal_palace_juara_eropa_untuk_pertama_kalinya

Jean-Philippe Mateta Ukir Sejarah! Crystal Palace Juara Eropa untuk Pertama Kalinya. (foto:goal/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Crystal Palace akhirnya menulis sejarah terbesar mereka di kompetisi Eropa. Klub asal London Selatan itu sukses menjuarai UEFA Conference League usai menaklukkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0 pada final yang berlangsung di Leipzig, Rabu (28/5/2026) dini hari WIB.

Sosok utama di balik kemenangan bersejarah tersebut adalah Jean-Philippe Mateta. Striker asal Prancis itu menjadi penentu kemenangan lewat gol semata wayangnya di awal babak kedua, sekaligus memastikan Palace meraih trofi Eropa pertama sepanjang sejarah klub.

Keberhasilan ini juga menjadi penutup sempurna bagi era Oliver Glasner bersama The Eagles.

Mateta Jadi Pahlawan di Malam Bersejarah Palace

Laga final berjalan cukup ketat sejak menit awal. Crystal Palace sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Rayo Vallecano, sementara wakil Spanyol beberapa kali mengancam lewat Alemao dan Unai Lopez.

Palace sebenarnya nyaris unggul menjelang turun minum ketika umpan silang Adam Wharton menemui Tyrick Mitchell di tiang jauh. Namun sundulan Mitchell masih melebar tipis dari gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-51.

Adam Wharton membawa bola hingga tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Augusto Batalla. Bola muntah langsung disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol.

Gol sederhana itu ternyata menjadi momen yang mengubah sejarah Crystal Palace.

Ribuan suporter Palace yang memenuhi stadion langsung larut dalam euforia, menyadari bahwa klub mereka hanya selangkah lagi menuju trofi Eropa pertama.

Palace Tampil Dominan Meski Menang Tipis

Meski skor akhir hanya 1-0, Crystal Palace sejatinya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.

Yeremy Pino bahkan nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas spektakuler yang membentur kedua tiang gawang. Mateta juga sempat memperoleh peluang emas tambahan, namun penyelesaiannya masih mampu digagalkan Batalla.

Di sisi lain, lini belakang Palace tampil disiplin saat Rayo Vallecano mencoba meningkatkan tekanan pada menit-menit akhir.

Maxence Lacroix dan Tyrick Mitchell menjadi tembok kokoh di lini pertahanan, sementara Dean Henderson nyaris tidak mendapat ancaman serius sepanjang laga.

Secara statistik, Palace juga unggul dalam expected goals (xG) dengan angka 2,57 berbanding 0,52, menandakan mereka memang layak keluar sebagai juara.

Adam Wharton Curian Perhatian

Selain Mateta, Adam Wharton menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam final tersebut.

Gelandang muda Inggris itu tampil luar biasa dalam mengatur ritme permainan dan menjadi motor serangan Palace dari lini tengah.

Ironisnya, Wharton baru saja dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia pekan lalu. Namun performanya di final Conference League seakan menjadi jawaban bahwa dirinya layak berada di level tertinggi sepak bola internasional.

Perannya dalam proses gol Mateta menjadi bukti kualitas visi bermain dan keberaniannya membawa bola ke area berbahaya.

Oliver Glasner Tinggalkan Warisan Besar

Kesuksesan ini juga menandai akhir yang emosional bagi Oliver Glasner.

Pelatih asal Austria itu resmi mengakhiri masa kepelatihannya bersama Crystal Palace dengan cara paling sempurna: mempersembahkan trofi Eropa.

Dalam waktu singkat, Glasner berhasil mengubah Palace dari tim papan tengah Premier League menjadi salah satu kisah paling romantis di sepak bola Eropa.

Sebelumnya, ia juga sukses membawa Palace meraih trofi FA Cup musim lalu.

Kini, berkat kemenangan di Conference League, Palace dipastikan tampil di Europa League musim depan.

Fakta Menarik di Balik Gol Mateta

Gol di final ini terasa semakin spesial karena Mateta sebenarnya sedang mengalami paceklik gol tandang.

Sebelum laga kontra Rayo Vallecano, striker Prancis itu belum pernah mencetak gol away sejak September tahun lalu saat menghadapi West Ham United di Premier League.

Sebelas gol terakhirnya bahkan seluruhnya lahir di Selhurst Park.

Namun Mateta memilih panggung terbesar untuk mengakhiri catatan buruk tersebut.

Ia kini tercatat sebagai:

- pemain Prancis pertama yang mencetak gol di final UEFA Conference League;

- pemain Prancis ketiga yang mencetak gol untuk klub Inggris di final kompetisi Eropa;

- dan sosok yang mengantarkan Crystal Palace meraih trofi Eropa pertama sepanjang sejarah klub.

Palace Torehkan Sejarah Langka di Eropa

Keberhasilan Crystal Palace juga menghadirkan catatan bersejarah lainnya.

The Eagles menjadi klub pertama sejak KV Mechelen pada 1988 yang mampu menjuarai kompetisi Eropa pada musim debut mereka di turnamen besar Eropa.

Selain itu, Palace memperpanjang dominasi klub Inggris di UEFA Conference League. Dari lima edisi yang sudah digelar, tiga di antaranya berhasil dimenangkan wakil Inggris setelah sebelumnya West Ham United dan Chelsea juga pernah menjadi juara.

Kini, nama Crystal Palace resmi masuk dalam daftar klub Inggris yang berhasil menorehkan sejarah di kompetisi Eropa.

Dan di balik semuanya, ada satu nama yang akan terus dikenang suporter Palace: Jean-Philippe Mateta.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN