Monday, October 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Janice Tjen Tersingkir dari Japan Open 2026, Kalah Dua Set dari Ashlyn Krueger

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 14.29 WIB
janice_tjen_tersingkir_dari_japan_open_2026_kalah_dua_set_dari_ashlyn_krueger

Janice Tjen Tersingkir dari Japan Open 2026, Kalah Dua Set dari Ashlyn Krueger. (foto ilustrasi:wta/rri/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/10/2026) — Janice Tjen gagal melangkah ke babak berikutnya Japan Open 2026 setelah takluk dari petenis Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, dengan skor 4-6, 4-6 pada Senin (19/10/2026). Empat ace tak cukup menyelamatkan petenis Indonesia itu dari tekanan lawan, terutama akibat rapuhnya servis kedua dan kegagalan memanfaatkan peluang break point.

Hasil tersebut membuat Janice tersingkir pada babak 32 besar. Statistik pertandingan menunjukkan Krueger tampil lebih efektif dalam mengelola poin-poin krusial, meski Janice unggul dalam jumlah ace.

Servis Kedua Janice Tjen Jadi Sorotan

Perbedaan paling mencolok terlihat pada efektivitas servis kedua. Janice hanya memenangkan 50 persen poin dari servis kedua, sedangkan Krueger mencapai 82 persen.

Krueger juga lebih konsisten memasukkan servis pertama, dengan persentase 78 persen berbanding 61 persen milik Janice. Namun, ketika servis pertama masuk, Janice mampu memenangi 78 persen poin—hanya sedikit di bawah Krueger yang mencatatkan 80 persen.

Janice menghasilkan empat ace, unggul satu atas Krueger. Akan tetapi, ia juga melakukan empat double fault, sementara lawannya tidak mencatatkan satu pun kesalahan servis ganda.

Statistik ini menunjukkan bahwa keunggulan Janice dalam menghasilkan ace belum mampu menutupi masalah konsistensi servis.

Krueger Lebih Klinis dalam Memanfaatkan Break Point

Faktor lain yang membedakan kedua pemain adalah efektivitas saat menerima servis lawan. Krueger mengonversi dua dari enam peluang break point, sedangkan Janice gagal memanfaatkan satu-satunya peluang yang didapat.

Krueger juga unggul dalam total raihan poin, yakni 65 berbanding 52. Dari sisi gim servis, petenis Amerika Serikat itu memenangkan 10 gim, sementara Janice mencatatkan delapan gim.

Keunggulan tersebut memperlihatkan efektivitas Krueger dalam menekan lawan dan mengubah peluang menjadi poin penting. Meski persentase konversi break point-nya hanya 33,3 persen, hasil itu sudah cukup untuk membantunya mengamankan kemenangan dua set langsung.

Evaluasi Penting bagi Janice Tjen

Kekalahan di Japan Open 2026 memberikan sejumlah catatan bagi Janice, terutama terkait akurasi servis pertama, keamanan servis kedua, dan efektivitas ketika memperoleh peluang mematahkan servis lawan.

Empat double fault dan rendahnya persentase kemenangan pada servis kedua menjadi aspek yang layak dievaluasi. Janice juga perlu meningkatkan kualitas return agar mampu menciptakan lebih banyak tekanan terhadap lawan.

Meski demikian, statistik agregat tidak cukup untuk menyimpulkan seluruh penyebab kekalahan tanpa melihat jalannya reli dan pola permainan kedua petenis.

Hasil 4-6, 4-6 menandai berakhirnya perjalanan Janice di nomor tunggal Japan Open 2026. Tantangan berikutnya adalah memperbaiki detail permainan agar lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan di level profesional.

(wtaofficial/tennis.com/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN