Ducati Tegaskan Tak Akan Terapkan Team Order di MotoGP 2026

Pebalap Ducati. (foto: getty images/mistar)
Mandalika, MISTAR.ID - Ducati memastikan tidak akan menerapkan team order di tengah ketatnya persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan pihaknya tetap memberikan kebebasan kepada para pebalap untuk berkompetisi.
Persaingan menuju gelar juara dunia musim ini semakin menarik setelah Marc Marquez finis di posisi keenam pada Grand Prix Mandalika akhir pekan lalu. Hasil tersebut membuat pebalap asal Spanyol itu mengoleksi 353 poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin yang berada di puncak.
Sementara itu, Marco Bezzecchi menempati peringkat ketiga dengan raihan 309 poin. Situasi ini membuat Marquez harus bersaing ketat dengan dua pebalap yang sama-sama memperkuat Aprilia.
Aprilia memiliki peluang untuk mengatur strategi tim guna memperbesar kesempatan meraih gelar juara dunia. Selain Martin dan Bezzecchi, pabrikan Italia tersebut juga memiliki pebalap tim satelit Trackhouse, yakni Ai Ogura dan Raul Fernandez, yang dapat berperan dalam persaingan musim ini.
Di sisi lain, Ducati juga mempunyai sejumlah pebalap yang berpotensi memengaruhi perebutan gelar. Selain Francesco Bagnaia, terdapat Alex Marquez dan Fermin Aldeguer dari Gresini, serta Fabio Di Giannantonio dari VR46.
Meski demikian, Ducati tidak berencana meminta para pebalap tersebut mengalah atau memberikan keuntungan khusus kepada Marc Marquez.
Tardozzi mengaku memahami apabila Aprilia memilih menerapkan team order demi meningkatkan peluang meraih gelar juara dunia. Namun, ia menegaskan bahwa Ducati memiliki pendekatan berbeda dan tidak berniat mengubah kebijakan yang selama ini dijalankan.
Dikutip dari GPOne, Tardozzi menyatakan bahwa Ducati tidak pernah menerapkan strategi tersebut. Ia juga menegaskan setiap pabrikan memiliki hak untuk menentukan pendekatan masing-masing dalam menghadapi persaingan.
“Tidak, kami toh tidak pernah melakukannya. Jika mereka mau melakukannya, tidak apa-apa, itu keputusan mereka. Ducati tidak pernah melakukan ini di masa lalu, tapi semua orang memutuskan strategi mereka sendiri,” ujar Tardozzi.
Ia menambahkan bahwa Ducati selama ini berusaha menjaga hubungan yang adil dengan tim-tim satelitnya. Menurutnya, kepentingan olahraga harus tetap menjadi prioritas di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Selama ini kami adil kepada tim-tim satelit kami, jadi kami percaya olahraga harus didahulukan ketimbang bisnis. Akan tetapi, mereka punya setiap kesempatan dan kebebasan untuk melakukan apa yang mereka mau,” lanjutnya.
Dengan sikap tersebut, Ducati memilih mempertahankan kebijakan tanpa team order, meskipun persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin sengit.
Pertarungan antara Marc Marquez, Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi selanjutnya berlanjut ke seri Australia yang dijadwalkan berlangsung sepekan setelah balapan di Mandalika.
PREVIOUS ARTICLE
Semen Padang Punya Skuad Mewah, PSMS Siap Tempur demi Tiga Poin




















































