Benfica Akhiri Tren Kekalahan, Hantam Ajax 2-0 di Amsterdam

Pemain Benfica, Leandro Barreiro (kanan), mencetak gol ke gawang Ajax pada laga Liga Champions di Johan Cruyff ArenA, Amsterdam, Belanda, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Barreiro mencetak satu gol dan Benfica menang 2-0 pada laga itu. (Foto: AP Photo/Peter Dejong)
Amsterdam, MISTAR.ID
Benfica meraih kemenangan perdana di Liga Champions 2025/2026 setelah menaklukkan Ajax Amsterdam 2-0 pada matchday kelima di Johan Cruyff ArenA, Amsterdam, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Hasil ini mengakhiri rangkaian empat kekalahan sebelumnya dan sekaligus memperpanjang rekor impresif Jose Mourinho atas Ajax.
Kedua tim memasuki laga sebagai penghuni dasar klasemen setelah selalu kalah dalam empat pertandingan awal. Namun, Benfica mampu tampil lebih efektif. Samuel Dahl membuka keunggulan pada menit keenam melalui sepakan dari situasi sepak pojok. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi bek kanan itu di Liga Champions.
Dilansir dari AFP, Ajax yang menguasai 62 persen bola berusaha menekan, tetapi empat peluang mereka dapat digagalkan kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Peluang terbaik tuan rumah datang dari Davy Klaassen pada menit ke-52, namun tendangannya dari jarak dekat melenceng.
Benfica memastikan kemenangan lewat gol Leandro Barreiro pada menit ke-90 melalui sepakan terarah. Ini juga menjadi gol perdana Barreiro di kompetisi tersebut.
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, kembali melanjutkan catatan positifnya atas Ajax. Kemenangan ini menambah rekornya menjadi delapan kemenangan beruntun melawan raksasa Belanda tersebut. Mourinho sebelumnya mengalahkan Ajax bersama Real Madrid dan Manchester United, termasuk di final Liga Europa 2016-2017.
Mourinho menilai timnya tampil solid secara defensif meski sempat tertekan pada akhir babak pertama. “Kami bekerja keras dan tetap kokoh. Bahkan jika mereka bermain dengan 150 pemain, mereka tidak akan mencetak gol,” ujarnya.
Bagi Ajax, kekalahan ini memperpanjang tren buruk menjadi lima kekalahan beruntun dengan hanya satu gol tercipta dan 16 kali kebobolan. Rekor tersebut menjadi yang terburuk bagi wakil Belanda di Liga Champions, menyamai catatan Feyenoord pada musim 2017-2018.
Pelatih interim Ajax, Fred Grim, mengakui timnya tidak efektif dalam memanfaatkan peluang. Laga ini juga menjadi debut kolaborasinya dengan Danny Landzaat sebagai staf pelatih setelah diangkat pekan lalu. (hm25)
















