Ballon d’Or 2026 Pindah ke London, Ada Penghormatan Khusus untuk Stanley Matthews

Ballon d’Or. (foto ilustrasi:championat/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (20/10/2026) — Ballon d’Or 2026 akan mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, seremoni penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola dunia itu digelar di London, Inggris, pada Senin, 26 Oktober 2026, di London Palladium.
Perpindahan dari Paris ke ibu kota Inggris bukan sekadar perubahan lokasi acara. Pada edisi ke-70 ini, penyelenggara memberikan penghormatan kepada Stanley Matthews, pemain Inggris yang menjadi penerima pertama Ballon d’Or pada 1956.
Menurut pengumuman resmi UEFA, pemilihan London berkaitan langsung dengan warisan Matthews. Momentum tersebut sekaligus menghubungkan sejarah awal penghargaan dengan persaingan pemain generasi sekarang.
Dari Stanley Matthews ke Generasi Harry Kane dan Lamine Yamal
Matthews memenangkan Ballon d’Or perdana ketika memperkuat Blackpool. Ia mengungguli Alfredo Di Stéfano dan Raymond Kopa dalam pemungutan suara pada 1956.
Hampir tujuh dekade kemudian, penghargaan ini berkembang menjadi salah satu tolok ukur reputasi individu di sepak bola profesional. Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Luka Modrić, Karim Benzema, dan Rodri pernah mengangkat trofi tersebut.
Edisi 2026 menghadirkan konteks berbeda. Harry Kane, Lamine Yamal, Kylian Mbappé, Lionel Messi, serta juara bertahan Ousmane Dembélé masuk dalam daftar nominasi resmi kategori putra.
Kane menjadi salah satu sorotan karena berpeluang mengakhiri penantian panjang pemain Inggris untuk kembali meraih penghargaan tersebut. Sementara itu, Yamal menawarkan narasi regenerasi, sedangkan Messi membawa pengalaman dan rekor delapan gelar Ballon d’Or.
London dan Perubahan Cakrawala Ballon d’Or
Selama bertahun-tahun, Paris identik dengan malam penganugerahan Ballon d’Or. Pemindahan ke London memberi dimensi simbolis baru, meski tidak berarti penghargaan tersebut meninggalkan akar sejarahnya di Prancis.
Sejak 2024, France Football dan UEFA bekerja sama menyelenggarakan penghargaan ini. Namun, merek Ballon d’Or tetap dimiliki Groupe Amaury, dan sistem pemungutan suaranya tetap independen.
Dengan demikian, pemilihan London lebih tepat dibaca sebagai penghormatan historis sekaligus perluasan panggung internasional, bukan perubahan mendasar terhadap identitas penghargaan.
Fakta Menarik: Matthews Menjadi Pemenang Pertama
Stanley Matthews memenangi Ballon d’Or perdana pada usia 41 tahun. Fakta ini menjadi pengingat bahwa penghargaan tersebut sejak awal tidak semata-mata berbicara tentang popularitas pemain muda atau ketajaman mencetak gol.
Kontribusi terhadap permainan, kualitas individu, dan pengakuan dari jurnalis menjadi bagian penting dari penilaian. Prinsip itu tetap relevan ketika para kandidat 2026 dinilai berdasarkan performa individu, prestasi tim, serta perilaku sportif.
Pada 26 Oktober nanti, London tidak hanya menjadi panggung penyerahan trofi. Kota tersebut juga menjadi latar perayaan perjalanan tujuh dekade Ballon d’Or—dari kemenangan bersejarah Matthews hingga persaingan bintang sepak bola modern.
(uefa/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Hattrick di Norwegia, Samuel Silalahi Jadi Sorotan: Gelandang Berdarah Batak yang Layak Dipantau



































