Pesan Tegas Menlu Baru: Diplomasi RI Harus Terasa Sampai Meja Makan Rakyat

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir ditemui usai menyampaikan pernyataan pers perdananya setelah serah terima jabatan menteri luar negeri dari Sugiono di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin (12/10/2026). (Foto: Antara/Nabil Ihsan)
Jakarta, MISTAR.ID (13/10/2026) — Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir (Tata), mengatakan diplomasi Indonesia harus sampai ke meja makan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Tata dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri, beberapa jam usai serah terima jabatan dengan Menlu sebelumnya, Sugiono, pada Senin (12/10/2026).
"Diplomasi akan terus kita arahkan untuk mendukung ketahanan nasional dengan memajukan agenda transformasi besar dan strategis Bapak Presiden Prabowo," kata dia.
Prioritas pembangunan nasional itulah, lanjut Tata, yang menjadi prioritas pertama dan utama diplomasi Indonesia untuk mendukung ketahanan nasional.
"Ukurannya sederhana. Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat," kata dia.
"Artinya, diplomasi ikut bekerja untuk ketahanan pangan dan energi, realisasi transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan dan investasi, kesehatan, serta kedaulatan maritim kita," imbuh Tata.
Di bawah navigasi Tata, Indonesia akan meningkatkan dan mengintensifkan kerja sama bilateral untuk hasil nyata mendukung prioritas pembangunan.
Dia lalu menyebut beberapa contoh yang sudah ditempuh Indonesia, seperti dalam hal mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan. RI bekerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang untuk meningkatkan produksi beras.
Indonesia juga bekerja sama investasi dengan pengusaha Vietnam untuk mengembangkan peternakan sapi perah raksasa di RI.
Selain itu, Kemlu juga meningkatkan hubungan dengan Thailand dan Mesir menjadi strategic partnership. Sementara itu, hubungan dengan Vietnam dan Prancis menjadi comprehensive strategic partnership tahun ini. (CNN/hm02)





















































