Wakil Ketua DPRD Sumut Apresiasi Tingginya Kepuasan Publik pada Bobby–Surya

Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut), Ihwan Ritonga. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut), Ihwan Ritonga, mengapresiasi hasil survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan Surya.
Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Pemilu dan Demokrasi (LIPDem) bekerja sama dengan Jurnal Pemerintah Medan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Bobby–Surya mencapai sekitar 85 persen.
Menurutnya, tingginya angka kepuasan tersebut mencerminkan program pembangunan yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan daerah yang selama ini kurang berkembang.
“Bobby Nasution telah memberikan perhatian serius untuk meningkatkan pembangunan dari berbagai aspek di daerah, termasuk wilayah terpencil,” ujar Ihwan Ritonga kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (16/3/2026).
Survei melibatkan 800 responden dari 33 kabupaten/kota di Sumut selama tiga bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan 681 responden menyatakan puas terhadap kinerja Bobby–Surya, sekitar 12 persen menyatakan tidak puas, dan sekitar 3 persen menyatakan tidak senang.
Politisi dari Partai Gerindra itu menilai gaya kepemimpinan Bobby Nasution yang aktif turun langsung ke lapangan menjadi salah satu faktor penting yang membuat masyarakat merasa diperhatikan.
Selama menjabat, Bobby Nasution dikenal kerap mengunjungi berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan bermalam di lokasi terdampak bencana untuk memastikan penanganan berjalan baik serta mendengar langsung keluhan masyarakat.
Menurut Ihwan, penilaian positif masyarakat juga penting terlepas dari berbagai capaian pembangunan yang dinilai berdampak nyata.
“Di sektor ekonomi, misalnya, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor bisnis dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara hingga 7,2 persen,” ucapnya.
Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi juga dinilai cukup responsif dalam menangani kerusakan fasilitas umum akibat bencana. Salah satu contohnya adalah perbaikan jembatan dan jalan di Desa Garoga yang rusak akibat banjir. Masalah ini berhasil ditangani dalam waktu relatif cepat.
Sementara di bidang kesehatan, Pemprov Sumut juga mencatat kemajuan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang resmi tercapai pada 1 September 2025. Program layanan kesehatan gratis melalui fasilitas mitra BPJS Kesehatan tersebut telah menjangkau lebih dari 15,6 juta penduduk, atau lebih dari 80 persen masyarakat Sumatera Utara.
Selain itu, pemerintah provinsi juga meluncurkan program beasiswa dokter spesialis yang ditugaskan melayani masyarakat di daerah terpencil, termasuk di wilayah Nias Utara. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga medis di daerah.
Di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur, berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan konektivitas antar daerah juga terus didorong sebagai fondasi percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Meski demikian, survei tersebut juga mencatat sejumlah catatan dari masyarakat, terutama terkait pengendalian inflasi. Pada akhir tahun 2025, inflasi di Sumut sempat mencapai 5,32 persen akibat fluktuasi harga pangan dan emas.
Melalui berbagai langkah strategis yang melibatkan pelaku usaha dan petani, inflasi pada kuartal pertama 2026 berhasil ditekan menjadi sekitar 4,71 persen, lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di angka 4,76 persen.
Sebelumnya, Direktur LIPDem, Henry Sitorus, menilai hasil survei tersebut menunjukkan kepemimpinan Bobby Nasution dinilai publik cukup responsif dan progresif.
“Secara umum, publik memandang kepemimpinan Bobby Nasution cukup responsif, progresif, dan berorientasi pada percepatan pembangunan daerah,” ujarnya. (hm20)






















