USU Gandeng AIT dan Jepang, Dorong Perencanaan Kota Adaptif Hadapi Banjir

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof Himsar Ambarita (kemeja putih) dalam kegiatan workshop. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat peran akademiknya dalam menjawab persoalan banjir melalui kolaborasi internasional. Hal ini diwujudkan lewat workshop Local Adaptation Planning Tools for Urban Flood Resilience yang digelar di Gedung Program Studi Teknik Lingkungan, pada Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang menghadirkan kerja sama dengan Asian Institute of Technology (AIT) serta dukungan dari pihak Jepang itu fokus pada penguatan kapasitas perencanaan kota berbasis data dalam menghadapi risiko banjir dan perubahan iklim.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof Himsar Ambarita, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan.
Ia berharap hasil diskusi dapat dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian akademik. “Jadi bisa mendukung penanganan banjir di Kota Medan dengan efektif,” ujarnya.
Direktur AIT Thailand RRC.AP, Guilberto Borongan, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data dalam perencanaan pembangunan kota.
“Penggunaan alat adaptasi berbasis data mampu membantu pemerintah daerah dalam memodelkan risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana,” tuturnya.
Menurutnya, melalui tools tersebut, kota dapat lebih siap dalam memprediksi, merencanakan, hingga memitigasi risiko banjir secara terukur.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferri Ichsan, menyoroti tantangan yang dihadapi daerah akibat urbanisasi, perubahan tata guna lahan, dan dampak perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa perencanaan yang adaptif dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat berdampak dan tepat sasaran.
Dukungan juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang melalui perwakilannya, Taiki Kohno, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan kota terhadap perubahan iklim.
Senada dengan itu, Head of Climate Change AIT RRC.AP, Huno Solomon, menjelaskan workshop ini memperkenalkan alat adaptasi yang dapat membantu guna mengurangi dampak banjir bagi infrastruktur dan kehidupan masyarakat, dan sudah digunakan di berbagai kota di Asia Tenggara.
Hadir pula perwakilan instansi pemerintah serta sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UISU, UNIMED, UMSU, dan POLMED.























