Retribusi Sampah Tak Jelas, Warga Keluhkan Petugas hingga Bansos Beras Ditarik Kembali

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Fauzi SH saat menggelar Sosper di Jalan Pelajar (foto:Iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/10/2026) – Tidak jelasnya besaran retribusi sampah menjadi keluhan yang akan disampaikan Usniyah Panjaitan dalam Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Fauzi, S.H., di Jalan Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Minggu (11/10/2026) sore.
Usniyah mengaku, petugas pengangkut sampah sering marah-marah ketika retribusi yang dibayarkan masyarakat dianggap tidak sesuai.
“Sebenarnya berapa retribusi pasti untuk sampah ini, Pak? Pernah kami kasih Rp5.000 atau Rp10.000, petugasnya marah. Dibilangnya minimal Rp20.000, bahkan ada yang ngasih Rp50.000. Mohon penjelasannya, Pak,” tanya Usniyah.
Menjawab itu, Fauzi mengaku bahwa setiap kecamatan memiliki target berbeda-beda soal retribusi sampah.
“Untuk Kecamatan Medan Kota, jumlah yang harus disetorkan ke Dinas Lingkungan Hidup dari retribusi sampah sekitar Rp200.000.000 lebih, itu dibilang Ibu Sekcam. Masalah retribusi pasti sejauh ini memang belum ada, itu menyesuaikan. Tidak mungkin sampah rumah tangga disamakan dengan pelaku usaha. Ini akan menjadi perhatian bagi saya untuk disampaikan ke Pemko Medan,” janji Fauzi.
Keluhan lain disampaikan Ismawati yang mengaku pendistribusian bantuan sosial (bansos) beras 30 kg tidak berjalan semestinya.
“Karena ada Perlinsos maupun pendataan lainnya, banyak kami penerima bantuan ini tiba-tiba berubah status desil. Karena situasi itu, kami terpaksa melapor lagi agar terjadi peralihan. Namun, belum lagi keluar hasil peralihannya, bantuan sudah diambil lagi, Pak. Jadi, kami tidak menerima, mohon bantuannya, Pak,” keluhnya.
Mendengar itu, Fauzi akan segera mengoordinasikan hal tersebut dengan Pemko Medan sehingga situasi tersebut bisa diatasi.
“Untuk sistem peralihan ini saya baru dengar, nanti kita tanya ke Pemko Medan berapa lama sebenarnya waktunya. Dan bantuan yang diambil kembali itu bagaimana statusnya, apakah masih bisa diambil masyarakat atau bagaimana. Nanti saya bantu, Bu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, anggota Komisi I DPRD Kota Medan ini kembali mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau lingkungan kita bersih, kita juga yang menerima manfaatnya, Bapak Ibu. Ayo gerakkan pola hidup sehat sehingga wilayah kita bebas ancaman banjir. Dan kalau Ibu-ibu rajin, manfaatkan bank sampah sehingga sampah-sampah tersebut bernilai ekonomis dan bisa menambah uang belanja,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Medan Kota Endang Wastiani, Direktur Utama Bank Sampah Indra Pohan, Lurah Teladan Timur Suriono, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Fauzi juga menggelar Sosper pada hari yang sama di Jalan Gedung Arca, Kecamatan Medan Area. (hm27)


















































