Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Medan Fashion & Culture Festival 2026 Angkat Ulos ke Panggung Mode Global

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 10.53 WIB
medan_fashion_culture_festival_2026_angkat_ulos_ke_panggung_mode_global_

Medan Fashion & Culture Festival 2026. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Merayakan Hari Ulos Nasional yang diperingati setiap 17 Oktober, Medan Fashion & Culture Festival 2026 menghadirkan perpaduan wastra tradisional, kreativitas desainer, dan perkembangan mode modern.

Berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di Atrium Utama SUN Plaza, Medan, festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan ulos kepada khalayak yang lebih luas, termasuk pasar global.

Berkolaborasi dengan desainer, kurator, dan pegiat ulos Torang Sitorus, festival yang didukung Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kota Medan ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari peragaan busana, pameran kain tradisional, demonstrasi penenunan ulos, hingga diskusi mengenai perkembangan industri mode.

Manajer Komunikasi Pemasaran SUN Plaza, Diniasih Nasution, mengatakan festival ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui Medan Fashion & Culture Festival 2026, SUN Plaza ingin berperan dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Ia menilai pusat perbelanjaan juga dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk berinteraksi dan mengembangkan kreativitas, termasuk melalui kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya daerah.

“Kami percaya bahwa pusat perbelanjaan dapat menjadi lebih dari sekadar tempat berbelanja dan hiburan, pusat perbelanjaan dapat berkembang menjadi pusat komunitas dan ruang interaksi yang memberikan nilai positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Festival ini melanjutkan kolaborasi antara SUN Plaza dan Torang Sitorus yang telah terjalin sejak tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraannya, ulos dihadirkan tidak hanya sebagai kain tradisional yang sarat makna, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan karya mode kontemporer.

Sebanyak sepuluh desainer asal Medan turut menampilkan karya mereka dalam rangkaian peragaan busana, di antaranya Torang Sitorus, Yuni Pohan, Yenti Lim, Feby Ayang, dan Haze Be Wear.

Pengunjung juga dapat melihat beragam ulos dan kain tradisional atau wastra di area Atrium LG sisi barat. Pameran tersebut menampilkan koleksi mulai dari ulos klasik hingga busana siap pakai (ready-to-wear) yang memperlihatkan kemungkinan pengembangan kain tradisional dalam industri mode masa kini.

Pengalaman mengenal ulos lebih dekat dihadirkan melalui “Ulos Lounge” di Atrium Utama. Di area ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses penenunan ulos oleh para penenun yang didatangkan dari Tarutung.

Rangkaian festival turut diisi kompetisi fotografi, sketsa busana, dan Reels dengan total hadiah bernilai jutaan rupiah. Berbagai kegiatan tersebut membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengeksplorasi ulos melalui pendekatan visual dan kreatif.

Pada 14 Oktober, penata gaya (fashion stylist) Adi Surantha dijadwalkan memandu gelar wicara bertajuk “Wastra & Style, Transformasi Kain Tradisional Menjadi Gaya Modern”.

Pada hari yang sama, digelar sesi “Beauty Talk” bersama pakar tata rias Resya, serta peragaan busana yang menampilkan karya berbahan kain ulos hasil kreasi mahasiswa Desain Mode Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Agenda berlanjut pada 15 Oktober dengan sesi bersama Yuni Pohan, pendiri Yap Mode, yang akan membahas pentingnya gambar teknis dalam desain mode. Sementara itu, pada 16 Oktober, gelar wicara bersama Derma Express dan Manjusa Nusantara akan melengkapi rangkaian diskusi festival.

Puncak perayaan Hari Ulos Nasional pada 17 Oktober akan menghadirkan peragaan busana kolaboratif karya maestro mode Indonesia, Edward Hutabarat dan Torang Sitorus. Keduanya dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai proses mentransformasikan warisan budaya menjadi kreasi mode yang mampu menjangkau pasar global.

Nuansa festival juga akan diperkuat dengan penampilan musik jazz dan swing dari Societet de Harmonie. Rangkaian kegiatan ditutup pada 18 Oktober melalui kompetisi peragaan busana untuk anak-anak dan remaja, pengumuman pemenang berbagai kompetisi, serta upacara penutupan.

Melalui beragam agenda tersebut, Medan Fashion & Culture Festival 2026 menempatkan ulos sebagai bagian dari kekayaan budaya yang terus berkembang. Perpaduan tradisi, eksplorasi desain, dan kreativitas generasi baru diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap ulos sekaligus membuka peluang bagi wastra Sumatera Utara untuk memperoleh tempat di industri mode yang lebih luas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN