MBG SMAN 6 Medan Ditemukan Cacing, Sempat Dihentikan Dua Hari

Koordinator MBG SMAN 6 Medan, Ilwan Siregar (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 6 Medan sempat dihentikan selama dua hari setelah viralnya video siswa yang menemukan cacing pada salah satu menu makanan, pada Jumat (14/11/2025) lalu.
Koordinator MBG SMAN 6 Medan, Ilwan Siregar menjelaskan, pihak sekolah langsung melakukan penelusuran setelah siswa kembali masuk pada Senin. “Kami berusaha konfirmasi atau cari kebenarannya. Ternyata memang benar cacing itu ada ditemukan di satu ompreng,” ujarnya saat ditemui Mistar di sekolah, Jumat (21/11/2025).
Menurut Ilwan, setelah ditelusuri lebih lanjut, cacing tersebut diyakini berasal dari selada. “Cacing tersebut memang benar ada, tapi yang kami berpersepsi bahwa cacing itu berasal dari selada,” katanya.
Menu pada saat kejadian itu terdiri dari kentang, selada, jeruk, tahu, dan telur orak-arik. Ia menyebut, sejumlah pihak langsung turun ke sekolah untuk melakukan pengecekan, mulai dari Ketahanan Pangan Kota Medan, ahli gizi provinsi, tim MBG Kota Medan dan Sumut, hingga cabang dinas pendidikan. Mereka kemudian melakukan observasi menyeluruh untuk memastikan sumber masalah.
Akibat temuan tersebut, layanan MBG dihentikan pada Senin dan Selasa. “Dua hari diberhentikan dengan alasan mau diobservasi dulu. Di mana kira-kira kesalahannya, apakah di dapur atau pun di sekolah,” ucap Ilwan.
Setelah evaluasi, layanan MBG kembali berjalan mulai Rabu dengan pengawasan lebih ketat, termasuk keterlibatan langsung pihak dapur ke kelas-kelas.
Menurut Ilwan, pihak dapur menyatakan telah menjalankan SOP, termasuk merendam selada dalam air garam selama 15 menit. Namun, pihak sekolah tetap menekankan perlunya pengawasan bersama.
Ilwan mengakui bahwa pihak sekolah tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan cacing tersebut, karena menurutnya hal itu bisa saja terjadi pada bahan makanan tertentu.
“Jadi, kami nggak terlalu mempermasalahkan itu. Yang kami mempermasalahkan, dua hari yang di-stop itu, bahkan anak-anak pun merasa kecewa. Kecewa karena di-stop dua hari,” tuturnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Ilwan meminta agar pihak dapur hadir langsung di sekolah setiap hari. “Harapannya ini nggak terjadi lagi. Saya pribadi meminta di depan tim MBG Medan dan Sumut, dari pihak dapurnya harus ada di sini. Jadi apapun kendala, kita sama-sama melihat. Jangan nanti membuang sana, buang sini, itu yang saya takutkan,” katanya lagi.
Ia juga berharap semua pihak dapat bekerja aktif dan terbuka untuk menghindari kesalahpahaman.
“Karena di awal itu, apa memang karena udah viral duluan di luar, mereka pun bingung. Seolah-olah mereka berpendapat kesalahan di sekolah. Di awal berita di Jumat sore ya. Tapi setelah kami duduk sama, kita samakan persepsi, dan kesalahpahaman itu sudah dicari solusi yang baik antara dua belah pihak,” ujarnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER





















