Kunjungan Wisman ke Sumut Tumbuh 10 Persen di Februari 2026, Lampaui Tren Nasional

Ilustrasi wisatawan mancanegara. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID
Di saat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara nasional mengalami penurunan, Sumatera Utara (Sumut) justru mencatatkan performa gemilang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melaporkan lonjakan kunjungan wisman sebesar 10,04 persen pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m).
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengungkapkan bahwa total kunjungan wisman mencapai 24.851 pada Februari 2026. Angka ini juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,16 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (y-on-y).
Wisatawan asal Negeri Jiran, Malaysia, tetap menjadi pasar utama bagi pariwisata Sumut dengan kontribusi mencapai 47,14 persen. Meski demikian, pertumbuhan paling fenomenal justru datang dari negara tetangga lainnya.
"Singapura menjadi negara dengan peningkatan kunjungan wisman terbesar, yakni mencapai 92,18 persen secara bulanan," kata Asim, Kamis (2/4/2026).
Secara agregat (Januari-Februari), Tiongkok juga mencatatkan peningkatan kunjungan tertinggi hingga 28,75 persen.
Terdapat sepuluh negara pasar utama wisman ke Sumut pada Februari 2026, yaitu Malaysia 47,14 persen, Singapura 6,63 persen, Tiongkok 2,85 persen, Jerman 1,44 persen, Amerika Serikat 1,28 persen, serta Belanda, Australia, Inggris Raya, Taiwan, dan India.
Berbanding terbalik dengan kunjungan wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Sumut pada Februari 2026 justru mengalami penurunan. TPK hotel berbintang rata-rata hanya mencapai 40,67 persen, turun dari Januari yang tercatat 42,92 persen.
Hotel bintang 5 mencatat TPK tertinggi sebesar 52,97 persen, bintang 1 mencatat TPK terendah 25,86 persen, non-bintang termasuk penginapan berbasis aplikasi seperti Oyo dan RedDoorz, mencatat TPK sebesar 21,83 persen.
Asim mengonfirmasi bahwa penyedia jasa penginapan seperti Oyo sudah masuk dalam pendataan BPS di kategori hotel non-bintang.
Baca Juga: BPS Sumut Akan Gelar Sensus Ekonomi 2026: Sasar Semua Usaha Kecuali Pertanian, Mulai Mei Mendatang
"Iya, itu masuk klasifikasi non-bintang. Sudah didata," ucapnya tegas.
Meski data Februari menunjukkan penurunan okupansi, BPS memprediksi angka Maret 2026 akan melonjak tajam seiring dengan momentum Ramadhan dan Idulfitri. Pergerakan wisatawan nusantara (lokal) dinilai menjadi faktor penentu.
"Pergerakan kemarin pada saat mudik Lebaran memang luar biasa. Adanya insentif penurunan harga tiket pesawat juga sangat memengaruhi kunjungan wisatawan kita ke Sumut untuk bulan Maret nanti," ujar Asim.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang pada Februari juga mengalami peningkatan menjadi 1,59 malam, lebih lama dibandingkan tamu domestik yang rata-rata menginap selama 1,33 malam. Sektor hotel bintang 4 tercatat menjadi tempat favorit dengan durasi menginap terlama mencapai 1,49 malam secara gabungan. (hm25)






















