Thursday, April 17, 2025
home_banner_first
MEDAN

Komisi E DPRD Sumut Sebut Ranperda Kemajuan Budaya Itu Penting

journalist-avatar-top
Rabu, 5 Juni 2024 15.04
komisi_e_dprd_sumut_sebut_ranperda_kemajuan_budaya_itu_penting

komisi e dprd sumut sebut ranperda kemajuan budaya itu penting

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara mengungkapkan pentingnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang kemajuan budaya bagi Sumut. Hal itu disampaikan perwakilan Komisi E DPRD Sumut, Penyabar Nakhe yang menyebut, jika seandainya Ranperda tersebut bisa diresmikan maka itu menjadi sejarah bagi kebudayaan di Sumut.

“Satu yang luar biasa pada hari ini buat Sumut, adalah pembahasan Ranperda kemajuan kebudayaan, kalau ini jadi (perda) tercipta berarti sejarah,” ujarnya, Rabu (5/6/24) siang.

Menurut Penyabar, dengan adanya Perda kemajuan budaya dapat memberikan anggaran yang lebih besar untuk peningkatan budaya yang ada di Sumut.

“Sehingga nanti lebih banyak anggaran untuk kebudayaan daripada destinasi, kalau kita lihat di Indonesia saat ini yang banyak anggarannya itu destinasi, destinasi itu sama semua daerah, yang buat unik itukan budayanya, tapi kecil anggarannya dibuat, karena perda tentang kemajuan budaya belum ada,” ungkap Politisi Partai PDIP tersebut.

Baca Juga : Anggota Komisi E DPRD Sumut Minta PTN Tak Naikan UKT Sembarangan

Diketahui pula seluruh fraksi partai yang ada sudah menyetujui terkait Ranperda Kemajuan Budaya tersebut saat Rapat Paripurna yang digelar di DPRD Sumut.

“Tadi dari pandangan-pandangan fraksi semua sudah menyetujui, termasuk pak Pj Gubernur mengenai usulan komisi E tentang Ranperda kemajuan budaya ini, jadi semua setuju karena tahu ini penting. Contoh saja Riau, mereka sudah ada Perda ini 10 tahun yang lalu,” ujar Penyabar.

Penyabar juga mengungkapkan posisi kebudayaan Sumut yang masih anjlok di rangking nasional karena tidak adanya peraturan yang mengikat di Sumut mengenai kebudayaan.

“Jadi rangking 1 kementerian kebudayaan di Indonesia ini ada Jogjakarta, kedua Bali, Riau rangking 5, sementara kita Sumut Rangking 22. Kenapa? Karena belum ada dasar hukumnya melestarikan dan meningkatkan kebudayaan itu,” ungkapnya.

REPORTER: