5.8 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

DPRD Medan Dorong Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Siswa MAN 1 Medan

Medan, MISTAR.ID

Aksi penganiayaan yang terjadi di MAN 1 Medan terus menjadi perhatian semua pihak. Kali ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani pun turut berkomentar. Ketua DPC PPP Kota Medan ini meminta pihak Polrestabes Medan mengusut tuntas aksi penganiayaan tersebut.

“Dua tersangka sudah diamankan, itu kita apresiasi karena direspon dengan cepat. Namun, kita harap 2 tersangka lainnya yang masih buron juga bisa segera ditangkap,” ucap Abdul Rani, Jumat (30/11/23).

Dikatakan Rani, berdasarkan pengakuan korban, pelaku penganiayaan tersebut berjumlah lebih dari 10 orang. Oleh karenanya, dia berharap kasus ini diusut tuntas karena besar kemungkinan pelakunya lebih dari 4 orang.

“Sangat miris kita, dunia pendidikan di Kota Medan kembali tercoreng. Apalagi Pak Wali Kota terus fokus membenahi kualitas dunia pendidikan,” katanya.

Baca Juga : Kepala MAN 1 Medan akan Tindak Siswa yang Tergabung Geng Parman

Menurutnya, kejadian tersebut jelas-jelas telah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kota Medan, sekalipun sekolah MAN 1 tidak berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

“Sekolah (MAN 1) itu memang wewenangnya Kemenag, tapi dia berada di wilayah Kota Medan. Yang menjadi korbannya pun warga Kota Medan. Tentu ini harus ikut menjadi perhatian kita semua,” jelasnya.

Ke depan, Rani juga meminta setiap pihak sekolah di Kota Medan agar memantau setiap pergerakan siswanya. Begitu juga dengan para orang tua yang harus memastikan bahwa anak-anaknya tidak terlibat dalam kegiatan yang bernilai negatif.

“Sekolah harus lebih awas terhadap siswanya, orang tua juga harus terus memantau kegiatan anak-anaknya. Mari sama-sama kita jaga masa depan generasi muda kita,” pungkasnya.

Baca Juga : Satu Lagi Pelaku Perundungan Siswa MAN 1 Medan Diamankan Polisi

Seperti diketahui, siswa MAN 1 Medan berinisial MHD (14) mengaku dipukuli, disuruh memakan sendal berlumpur, makan daun mangga dan dipaksa meminum air yang sudah diludahi sekitar 20 orang.

Bukan cuma itu, punggung telapak tangannya juga disundut menggunakan kunci yang dibakar terlebih dahulu menggunakan korek api. Sebagian dari orang-orang itu disebutnya sebagai teman-teman sekolahnya, sementara sebagian lainnya merupakan alumni sekolah MAN 1 Medan. (rahmad/hm24)

Related Articles

Latest Articles