Cadangan 2.268 Ton Beras BULOG Sumut Siap Disalurkan ke 16 Daerah Terdampak Bencana

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sumatera Utara, Surya. (Foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sumatera Utara, Surya, memastikan bahwa cadangan beras di BULOG Sumut dalam kondisi memadai untuk penanganan pascabencana. Total 2.268 ton beras siap didistribusikan kepada 16 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan tanah longsor.
“Kita minta dengan Bulog, kita tanyakan dengan Bulog bagaimana cadangannya. Ternyata, cadangan beras Bulog itu cukup,” kata Surya, Senin (1/12/2025).
Surya menjelaskan bahwa 16 kabupaten/kota yang terdampak telah diminta untuk mengajukan kebutuhan cadangan pangan mereka. Total 2.268 ton cadangan beras tersebut sudah disetujui oleh Bappenas dan akan disalurkan khusus untuk wilayah yang terdampak bencana.
“Dari Bulog sudah siap, dan nanti kita menghimpun kabupaten/kota segera, ini diambil dan disalurkan kepada yang betul-betul membutuhkan,” ucap Surya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Gubernur, BULOG diminta segera mendistribusikan cadangan beras tersebut, menegaskan bahwa stok beras di Sumatera Utara dalam kondisi cukup.
Penjarahan Minimarket di Sibolga, 16 Orang Ditangkap Polisi
Terkait insiden penjarahan minimarket di Sibolga yang mengakibatkan penangkapan 16 orang dan diduga dilakukan oleh korban banjir karena kelaparan, Surya menyampaikan imbauan kepada aparat penegak hukum.
“Diimbau karena situasi seperti ini, kita minta, Kapolda, Pangdam, Gubernur, di sana juga. Jadi mudah-mudahan penanganan ini segera selesai, tidak ada masalah,” ujarnya.
Surya berharap agar penegak hukum dapat memberikan kebijaksanaan dalam menangani 16 orang yang ditangkap, mengingat mereka mungkin juga merupakan masyarakat terdampak bencana.
“Kita nanti koordinasikan dengan pihak aparat penegak hukum. Karena mungkin masyarakat itu juga masyarakat yang berdampak. Kita minta kebijaksanaan penegak hukum,” tutur Surya.
Ia juga berpesan kepada insan pers untuk menyebarkan informasi yang menyejukkan kepada masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Wagub menekankan bahwa masalah utama saat ini adalah distribusi logistik yang terhambat oleh akses jalan dan transportasi.

















